Laporan Kajian Tentang SK Rektor yang dibuat BEM KEMA Telkom University ini, Buat Geleng-geleng Kepala

0
645
Laporan Kajian Tentang SK Rektor
Laporan Kajian Tentang SK Rektor

Pada hari Senin, 27 Maret 2017, salah satu media jurnalistik kampus mengabarkan bahwa usaha BEM KEMA Telkom University terkait SK Rektor No. 493/AKD/UAA/2016 berakhir dengan kekecewaan.

Kekecewaan tersebut disebabkan karena pihak kampus menolak untuk mencabut SK Rektor No. 493/AKD/UAA/2016 yang dianggap memberatkan mahasiswa.

Mendengar berita ini, kami menjadi semakin penasaran dengan laporan kajian yang dibuat oleh BEM KEMA Telkom University terkait SK Rektor No. 493/AKD/UAA/2016.

Laporan kajian tersebut dapat di download pada url berikut ini:

BEM KEMA Telkom University masih harus banyak belajar

Kami sangat menghargai usaha yang dilakukan oleh BEM KEMA Telkom University dalam memperjuangkan aspirasi masyarakatnya yaitu mahasiswa/i Telkom University.

Tapi setelah membaca laporan hasil kajian tentang SK Rektor ini, sepertinya BEM KEMA Telkom University masih harus banyak belajar bagaimana menyusun laporan kajian.

Bukan maksud kami tidak menghargai hasil jerih payah BEM KEMA Telkom University dalam menyusun laporan kajian tersebut. Tetapi setiap laporan resmi memiliki struktur dan sistematika pembahasan yang baku.

Terlebih suatu saat nanti teman-teman BEM KEMA Telkom University akan menjadi pemimpin bangsa ini.

Kami, termasuk beberapa orang yang sempat membaca laporan kajian ini, merasa cukup prihatin. Teman-teman BEM KEMA Telkom University atau teman-teman pembaca AnakTelkom.com bisa mencoba men-download dan membaca dua laporan kajian berikut ini:

Kedua laporan diatas dapat digunakan sebagai contoh yang cukup baik untuk melihat seperti apa sih laporan kajian itu.

jika kedua laporan diatas terlalu panjang untuk dibaca dan diperhatikan dengan seksama, cobalah teman-teman mencari tahu dengan kata kunci “contoh laporan hasil kajian kebijakan” di Google.

Sebagai pembelajaran, kita coba bersama-sama melihat isi Laporan Kajian Tentang SK Rektor No. 493/AKD/UAA/2016 yang dibuat oleh BEM KEMA Telkom University.

Latar Belakang dikeluarkannya SK Rektor No. 493

Latar Belakang
Latar Belakang

Ada baiknya, kita sama-sama mencari terlebih dahulu apa definisi latar belakang. Dengan memahami apa itu latar belakang, kita bisa mengetahui dengan pasti apa yang harus ditulis pada bagian ini.

Definisi latar belakang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:
dasar (alasan) suatu tindakan (perbuatan); motif

Jika melihat judul yang tertera pada laporan diatas, yaitu “Latar Belakang dikeluarkannya SK Rektor No. 493”, seharusnya bagian tersebut menjelaskan kenapa SK Rektor No. 493 dikeluarkan.

Tetapi isi yang tertulis tidak menjelaskan hal tersebut. Jika kita membaca isi bagian tersebut, apa yang melatarbelakangi dikeluarkan SK Rektor No. 493 ?

  1. Apakah karena Telkom University dikenal sebagai kampus yang memiliki visi menuju World Class University?
  2. Apakah karena usia Telkom University yang baru memasuki 4 tahun tetapi sudah mendapatkan akreditasi A?
  3. Apakah karena pencapaian Telkom University yang berbanding terbalik dengan kondisi (kondisi atau sikap ?) rektorat yang serta-merta memutuskan suatu kebijakan tanpa melibatkan mahasiswa ?
  4. Apakah karena BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) sebagai lembaga penampung aspirasi mahasiswa ? (BEM ? atau BEM KEMA Telkom University ? atau BEM Telkom University ?)
  5. Apakah karena dilihat dari banyaknya mahasiswa yang turut hadir pada kajian tersebut mengisyaratkan bahwa masih ada jiwa kepedulian mahasiswa untuk menjadi mitra kritis kampus dalam menentukan kebijakan?

Bagaimana menurut teman-teman ? kira-kira bagian mana yang menceritakan latar belakang dikeluarkannya SK Rektor Tersebut ?

Padahal jika mau melihat dan membaca kembali SK Rektor No. 493/AKD/UAA/2016 dengan seksama, pada bagian Menimbang dan Memperhatikan, ada sebuah kalimat yang menjelaskan mengapa SK tersebut dikeluarkan.

Coba perhatikan potongan SK Rektor berikut ini:

Bagian Menimbang - SK Rektor No. 493/AKD/UAA/2016
Bagian Menimbang – SK Rektor No. 493/AKD/UAA/2016
Bagian Memperhatikan - SK Rektor No. 493/AKD/UAA/2016
Bagian Memperhatikan – SK Rektor No. 493/AKD/UAA/2016

Dari kedua bagian diatas kita bisa melihat bahwa ada sebuah Nota Dinas yang disampauikan oleh pihak tertantu dikampus yang berisi pengajuan penyesuaian tarif karena adanya peningkatan komponen pembiayaan.

Mungkin ada baiknya pada bagian latar belakang ini berisi penjelasan mengapa Kajian terhadap SK Rektor No. 493/AKD/UAA/2016 dilakukan oleh BEM KEMA Telkom University.

Dan pada bagian ini bisa didukung dengan data dan fakta yang jelas seperti:

  1. Adanya sebuah kajian yang dilakukan oleh BEM KEMA Telkom University yang dihadiri sejumlah mahasiswa/i (dengan bukti lampiran daftar hadir)
  2. Adanya fakta yang menyatakan bahwa sekian persen mahasiswa Telkom University menyatakan keberatan atas SK Rektor tersebut (dengan bukti lampiran hasil survey)

Kendala yang dirasakan mahasiswa

Kendala yang dirasakan Mahasiswa
Kendala yang dirasakan Mahasiswa

Pada penulisan laporan resmi, ada baiknya kita memperhatikan bagaimana membuat sebuah paragraf yang baik dan benar. Sehingga pembaca bisa mudah memahami isi paragraf tersebut.

Pada sebuah paragraf yang baik harus mengandung tiga hal penting berikut ini:

  1. Gagasan utama adalah topik utama atau permasalahan yang sedang dibahas dalam suatu paragraf.
  2. Kalimat utama adalah kalimat yang mengandung gagasan utama. Kalimat ini memaparkan apa yang akan dibahas pada paragraf tersebut.
  3. Kalimat penjelas adalah kalimat – kalimat yang mendukung gagasan utama. Kalimat penjelas perlu untuk ditulis karena kalimat inilah yang akan memberikan alasan yang kuat pada gagasan utama.

Silahkan teman-teman kaji bagian Kendala yang dirasakan mahasiswa diatas. Apa gagasan utamanya ? mana kalimat utamanya ? dan mana kalimat penjelasnya ?

Rasanya kurang pas jika sebuah bagian dari laporan resmi didahuli dengan kata “dimana 5 poin tersebut mengalami penaikan?” Apa itu penaikan? Apa bedanya dengan kenaikan?

Apakah isi pada bagian tersebut menjelaskan kendala yang dirasakan mahasiswa ?

Coba pastikan kembali apa sih arti kata kendala!

Data yang ditemukan

Data yang ditemukan
Data yang ditemukan

Yang perlu kita renungi pada bagian ini adalah apa ya bedanya data, fakta dan informasi. Kira-kira bagian “Data yang ditemukan” diatas ingin menjelaskan apa ? dan apa hubungannya dengan SK Rektor yang sedang dibahas?

Coba teman-teman perhatikan poin no 1,2,3 dan 4. Kira-kira kesimpulan apa yang bisa kita ambil dari ketiga informasi tersebut ?

Coba baca kembali baik-baik poin no 3 yang berakhir dengan kata dihilangkan.

Lalu tiba-tiba ada informasi bahwa pembelian kartu RFID hanya Rp 2000. Dan tiba-tiba juga ada informasi biaya perubahan nama pada KTM lalu dilanjutkan dengan pernyataan bahwa kampus melanggar UU no 12 tahun 2012 Pasal 63 tentang Pendidikan Tinggi.

Padahal pada kajian ini Tidak dibahas sama sekali mengenai UU no 12 tahun 2012 Pasal 63 tentang Pendidikan Tinggi dan mengapa kampus dianggap melanggar UU ini.

*Geleng-geleng

Tuntutan Mahasiswa

Tuntutan Mahasiswa
Tuntutan Mahasiswa

Berdasarkan potongan bagian Tuntutan Mahasiswa diatas dapat kita simpulkan bahwa pihak kampus harus mencabut SK Rektor No. 493/AKD16/UAA/2016 karena mengingat Telkom University dikenal sebagai kampus yang memiliki visi menuju Wolrd Class University, dengan visi tersebut menjadi tuntutan bagi seluruh civitas akademika berlomba meningkatkan mutu SDM hingga dapat bersaing dengan kampus lain.

Benar ?

Kesimpulan

Kesimpulan
Kesimpulan

Diatas merupakan kesimpulan dari kajian yang dilakukan oleh BEM KEMA Telkom University yang sama sekali tidak mengatakan bahwa pencabutan SK Rektor No. 493/AKD16/UAA/2016 sangat diperlukan karena memberatkan mahasiswa dan melanggar UU yang disebutkan diatas.

Bagaimana menurut teman-teman ?

Sumber:

  1. Mediasi Ditolak, KEMA Tel-U Bertindak – Students
  2. KTM Mahal, Kenapa? – Students
  3. Keputusan Rektor Universitas Telkom Nomor KR.493/AKD16/UAA/2016