Pertanyaan-pertanyaan Polos untuk Para Mahasiswa yang Gemar Demonstrasi Akhir-akhir ini

0
3045
Aksi Demonstrasi BEM KEMA Telkom University
Aksi Demonstrasi BEM KEMA Telkom University

Jika para pembaca AnakTelkom.com melihat komentar dan diskusi mengenai Aksi Demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa belum lama ini, teman-teman akan melihat ada pihak yang Pro dan Kontra.

Hal ini sangat wajar mengingat setiap orang memiliki sudut pandang tersendiri. Termasuk kami Tim AnakTelkom.com yang menyampaikan pendapatnya melalui tulisan yang berjudul : Benarkah Demonstrasi yang dilakukan BEM KEMA Telkom University Bisa Mengubah Bangsa ini ?pada 23 oktober 2016 lalu.

Kami sendiri sangat menghargai perjuangan mahasiswa tahun 1998. Karena perjuangan mereka, saat ini negara Indonesia bisa terbebas dari pemerintah orde baru yang sudah “mengelola” Indonesia selama hampir 32 Tahun.

Tulisan kali ini terinspirasi dari pesan yang masuk ke email kami dan dari diskusi yang sempat kami lakukan dengan beberapa senior yang saat ini sudah bekerja di ibu kota.

Kami mencoba me-list pertanyaan-pertanyaan polos yang kami harapkan bisa mendapat jawaban dan penjelasan teman-teman mahasiswa yang aktif melakukan demonstrasi di depan istana negara.

Selain itu ada hal menarik juga yang kami dapatkan dari email yang kami terima.

Pesan tersebut meminta kami melihat bagaimana seseorang yang diduga salah satu staff kementrian komunikasi dan informasi BEM KEMA Telkom University merespon ketidaksetujuan orang lain terhadap aksi demonstrasi mahasiswa pada 20 Oktober 2016.

Lini Masa Instagram BEM KEMA Telkom University
Lini Masa Instagram BEM KEMA Telkom University (sumber: https://www.instagram.com/p/BLx2ldDB1Tj/?taken-by=bemtelu)

Tanggapan-tanggapan menarik lainnya bisa dilihat di akun instagram BEM KEMA Telkom University.

Tanpa harus berpanjang lebar, berikut adalah pertanyaan-pertanyaan polos yang berhasil kami himpun untuk ditanyakan kepada teman-teman mahasiswa yang gemar demonstrasi akhir-akhir ini:

Pertanyaan #1: Sudah jadi apa dan kemana mahasiswa senior yang pada tahun-tahun sebelumnya (1998-2015) melakukan demonstrasi menentang pemerintah ?

Jujur kita sebagai masyarakat awam sangat penasaran dengan mahasiswa senior yang pada tahun-tahun sebelumnya melakukan demonstrasi menentang pemerintah.

Kenapa kita penasaran ?

Jika teman-teman pembaca melakukan googling, hampir setiap pergantian presiden selalu ada aksi demonstrasi mahasiswa. Dan demonstrasi tersebut memiliki tema yang hampir sama. yaitu:

  1. menuntut kinerja 1,2,3,4 tahun presiden dan kabinet yang sedang berjalan
  2. menganggap presiden dan kabinet yang ada sebagai presiden dan kabinet yang gagal
  3. silahkan ditambahkan oleh teman-teman pembaca… 🙂

Lalu jika kita hitung dari tahun 1998 hingga 2015 itu ada jarak waktu sekitar 17 Tahun.

Kami yakin bahwa mahasiswa senior yang dulunya melakukan demonstrasi itu sudah lulus kuliah dan sudah bekerja. Atau bahkan jadi pejabat. Kan sangat tidak mungkin kuliah lebih dari 7 tahun ? 😀 bener ?

Kalau memang mereka sudah bekerja atau bahkan jadi pejabat, mengapa mereka belum juga berhasil mengubah bangsa ini ? Masa sih dari sekian ribu mahasiswa yang berdemonstrasi tidak ada yang jadi pejabat atau apalah yang berpengaruh di negara ini?

Atau malah kita harus berburuk sangka ? bahwa mahasiswa yang dulu melakukan demonstrasi menentang pemerintah dan sekarang menjadi pejabat, pada akhirnya menjadi seorang pejabat yang dulunya mereka tentang ?

Hanya Tuhan yang tahu.

Pertanyaan 2#: Kenapa cuma presiden yang di demo ?

Ketika mahasiswa yang terlibat pada aksi demonstrasi mengklaim diri mereka sebagai mahasiswa yang kritis sehingga bisa mengkritisi kinerja setiap presiden, seharusnya mereka juga bisa mengkritisi kinerja dari senior-seniornya terdahulu.

Pikiran awam kam mengatakan, seharusnya mereka juga melakukan demonstrasi kepada senior-seniornya yang sampai saat ini belum berhasil menjadi presiden atau menteri atau orang yang berpengaruh sehingga negeri ini berubah sesuai dengan HARAPAN MAHASISWA.

Mengapa seniornya harus didemo ?

Sangat jelas, pemerintah saja yang baru bekerja 1 atau 2 tahun untuk mengurus sebuah negara sudah didemo oleh mahasiswa. Bahkan dianggap sebagai pemerintah yang gagal.

Tetapi ketika seniornya selama 17 tahun belum mampu menjadi presiden, menteri atau pejabat yang berpengaruh, kenapa tidak dianggap gagal ya ?

Pertanyaan 3#: Menuntut pemerintah merubah bangsa kurang dari 2 tahun tapi mahasiswa minta masa kuliah sarjana menjadi 7 tahun ?

Coba teman-teman buka tautan berikut ini:

  1. Masa Studi Mahasiswa S1 Akan Jadi 7 Tahun, Ini Alasanya dan Forum Kaskus
  2. Mahasiswa S-1 boleh (lagi) kuliah sampai tujuh tahun
  3. Batas Kuliah S1 Kembali ke-7 Tahun

kami coba kutip satu paragraf dari berita yang dimuat di bisnis.com:

“Teten menuturkan Permendikbud No 49/2014 yang mengatur masa kuliah sarjana maksimal lima tahun dianggap terlalu berat oleh mahasiswa. Untuk itu, pemerintah akan mengembalikan masa kuliah sarjana menjadi tujuh tahun.”

Nah disini kami mencoba memahami aksi demonstrasi yang dilakukan tahun lalu. Disatu sisi menuntut presiden dan jajarannya untuk mengubah bangsa ini dalam waktu kurang dari 2 tahun tapi mahasiswa menganggap menyelesaikan kuliah sarjana sangat berat jika harus diselesaikan dalam waktu 5 tahun ?

hmmm

Pertanyaan 4#: sudah 17 tahun berlalu dari 1998, masa tidak ada lulusan yang mampu membuat cangkul ?

Belum lama ini masyarakat indonesia digaduhkan dengan berita bahwa indonesia saat ini melakukan impor cangkul. Beritanya bisa dilihat disini:

“Mosok Cangkul saja Impor..” – Kompas Regional

Sepertinya jika kita menelusuri berita-berita tentang impor yang dilakukan oleh Indonesia, tampaknya bukan hanya cangkul yang kita impor.

Nah ini jadi pertanyaan besar bagi orang awam. Pada kemana ya lulusan-lulusan dari institusi pendidikan sehingga banyak hal kecil yang diperlukan oleh Indonesia, tetapi kita harus mengimpornya dari negara lain ?

Lha terus mahasiswa yang dulu berdemonstrasi, apakah punya perusahaan cangkul untuk memenuhi kebutuhan cangkul dalam negeri ?

Hanya tuhan yang tahu.

SHARE