BEM Telkom University dan Misteri Hilangnya “Supermen”

0
736
BEM Telkom University dan Misteri Hilangnya Supermen
BEM Telkom University dan Misteri Hilangnya Supermen

Pada tanggal 27 Juni 2016, bumi Bojongsoang¬† menerima kehadiran sebuah makhluk yang konon bernama “Supermen”. Mirip seperti nama superhero tetapi dengan huruf “E”.

Makhluk tersebut datang membawa pesan. Meminta suara dan pendapat dari penghuni bumi Bojongsoang yang terkenal seantero negeri, memiliki kecerdasan yang tinggi.

Cerita punya cerita, sang makhluk ternyata diutus oleh seorang dewa yang katanya memiliki 111 pasukan terpilih dari negeri dilangit ketujuh.

Seorang dewa yang katanya akan membawa perubahan di bumi Bojongsoang. Bahkan akan membawa perubahan juga di negeri langit ketujuh.

“Supermen” yang terbilang cukup pasif menunggu, digadang-gadang akan menjadi sebuah “saran-saran” penting untuk perubahan.

Hingga hari ini, 19 Agustus 2016 pukul 10.00 pagi. Tepatnya 2 hari setelah hari kemerdekaan negeri langit ketujuh, “Supermen” itu masih menjadi misteri.

Penghuni bumi Bojongsoang hanya bisa mencoba berusaha mengingat-ingat wajah “supermen” itu. Beginilah wajah “supermen” yang ada dibenak sebagian penghuni Bojongsoang yang #MenolakLupa

Supermen
Supermen

Penghuni bumi Bojongsoang sempat “Optimis” ketika mendengar legenda yang menceritakan bahwa pada¬† :

Tanggal 18 April 2016, sang Dewa sempat bertemu Superdewa lainnya untuk membicarakan permasalahan bumi Bojongsoang.

Pertamuan antara dewa dan superdewa diabadikan dalam sebuah lukisan.

Terlihat dengan jelas pada sebuah lukisan, Sang dewa tersenyum karena diizinkan duduk di kursi Superdewa.

Registrasi penghuni Bojongsoang masih seperti semester-semester yang lalu

Hingga akhirnya para penghuni bumi Bojongsoang memasuki masa registrasi yang harus dilakukan di setiap semesternya.

Ternyata “supermen” itu benar-benar misteri. Sebagian besar penghuni bumi Bojongsoang masih merasakan hal yang sama.

Benar-benar sama dengan semester-semester sebelumnya.

Registrasi dan permasalahan lainnya yang tidak bisa diceritakan disini, ternyata masih terjadi.

Penghuni Bojongsoang teringat akan sebuah halaman digital sang dewa yang konon juga bisa membantu penghuni bumi Bojongsoang.

Tetapi ketika penghuni bumi Bojongsoang berusaha mencari halaman digital yang konon katanya bisa diakses, hingga kini halaman digital itu hanya ilusi.

Sebuah ilusi yang dibungkus visi-misi bernama “open government”.

Baca kembali prasasti : 8 Alasan Mengapa BEM Telkom University Belum diperlukan

Bahkan media garis (baca : line) yang dimiliki oleh sang dewa berubah menjadi tempat menjual baju, kaos dan jaket kepada 7000 pendatang baru.

Berubah juga menjadi sebuah media massa baru yang memberitakan tulisan-tulisan yang sudah disebarluaskan oleh media lain.

Satu hal lagi yang membuat penghuni bumi Bojongsoang menjadi semakin tenggelam dalam rasa sedih adalah sebuah tulisan yang menghujat dewanya dari dewa dan superdewanya langit ketujuh.

Dengan mengatakan dengan lantang :

“Semoga Pak Jo** Wid*** lebih serius lagi mengani bangsamu ini. Lebih mementingkan memajukan pembangunan daripada citra dirinya.”

Beruntung atlet badminton tlah menorehkan namamu di Brazil sana. Sehingga rakyatmu tidak terus terpuruk dengan berita presidennya Terakhir, kami ingin menitip pesan ke presiden bangsamu tadi ‘Tuk pak Presiden, jangan khawatir, kami anak bangsa takkan hanya diam melihat semua masalah bangsa ini.

“Jika tak bisa dengan kaki kanan, maka kami lakukan dengan kaki kiri. Jika tak bisa dengan mulut, maka hati kami akan terus mengutuk siapapun yang mendzolimi bangsa ini

Hai dewa… lihatlah penghuni negerimu sendiri. Tidak cukupkah terlihat. masih banyak permasalahan yang terjadi. permasalahan yang perlu diselesaikan.

Bahkan yang menorehkan nama bumi Bojongsoang adalah para penghuni bumi Bojongsoang yang masih menghadapi berbagai kendala.

Lihatlah registrasi penghuni bumi Bojongsoang semester ini. Bukankah dewa juga pernah mengalami hal yang sama denga mencoba menanyakan permasalahan dewa disebuah halaman sosial media yang dimiliki oleh divisi IT bumi Bojongsoang ?

Jangan khawatir, kami anak telkom. takkan hanya diam melihat semua masalah penghuni bumi Bojongsoang ini.

Kami akan terus mengutuk siapapun yang membiarkan penghuni bumi ini ketika menghadapi kesulitan.

Semoga sang dewa bisa lebih serius lagi menangani penghuni bangsanya sendiri….