Ternyata Diskusi Tentang BEM Masih Berlanjut

0
480
Diskusi Tentang BEM Masih Berlanjut
Diskusi Tentang BEM Masih Berlanjut (Sumber : http://cmsmasters.net/)

Pada hari ini kita kembali mendapat sebuah “ping-back” dari sebuah blog yang berusaha memberikan pendapat dari artikel kita yang berjudul : “8 Alasan Mengapa BEM Telkom University Belum diperlukan”

Kita tidak menduga, di hari kedua setelah idul fitri ini Ternyata Diskusi Tentang BEM Masih Berlanjut 🙂

Rasanya diskusi mengenai BEM ini akan semakin hangat dan semakin semarak jika ada banyak pendapat yang bisa kita dapat.

Sebelumnya kita mengucapkan banyak terima kasih kepada “mungkin” salah satu jurnalis kampus yang mengingatkan kita (mengenai UU ITE) pada artikel yang kita tarik.

Kembali ke blog yang kita bicarakan diatas.

Pada blog yang hanya memiliki dua artikel tersebut, terdapat satu artikel terbaru yang berjudul BEM GA PERLU!

Jika kita kaji lebih dalam bersama tim AnTek, ada banyak hal menarik. Dan sepertinya kita-pun sepakat untuk merespon artikel tersebut dengan melampirkan beberapa cuplikan tulisannya.

1# Alasannya berputar-putar saja pada pemahaman ?

Pendapat 1
Pendapat 1

Kita mencoba beberapa kali membaca kalimat pada paragraf ini. Tetapi kita masih kesulitan untuk memahami inti paragraf tersebut.

Mungkin ada baiknya kita mencoba mengajukan pertanyaan yang muncul ketika membaca paragraf tersebut.

  1. Alasan yang seperti apa yang berputar-putar saja pada pemahaman ?
  2. Apakah pada artikel “8 Alasan Mengapa BEM Telkom University Belum diperlukan”, kita menyebutkan bahwa jika BEM tidak ada kemudian mahasiswa ga bisa jadi mahasiswa ?
  3. Pertanyaan mana saja yang dianggap konyol ? dan pertanyaan seperti apa yang dianggap tidak konyol untuk mengevaluasi bahwa BEM itu diperlukan atau tidak ?

2# Pertanyaan-pertanyaan yang dilempar tidak ada korelasinya ?

Pendapat 2
Pendapat 2

Dari paragraf ini-pun kita ingin mengajukan beberapa pertanyaan, yaitu :

  1. Pertanyaan-pertanyaan seperti apa yang ada korelasinya dengan perlu adanya BEM atau tidak ?
  2. Apa maksud dari pertanyaan “Kemudian mengangkat apakah yang menjadi subjek hasil tersebut perlu atau tidak ?”  ?
  3. Pendapat seperti apa yang tidak kayak panggung stand-up comedy ?

3# Atau kita perlu menanyakan kenapa kampus-kampus besar seperti UI, UGM, ITB masih pakai BEM?

Pendapat 3
Pendapat 3

Sama seperti pada paragraf sebelumnya, kita ingin bertanya :

  1. Kenapa kita tidak menemukan jawaban dari pertanyaan “Kenapa pihak kampus memberikan hak mahasiswanya untuk memiliki BEM ?”  pada artikel tersebut ?
  2. Apakah selama ini BEM ikut turun menangani masalah ribetnya regulasi pembayaran kuliah ? (mungkin ini bisa dijawab oleh teman-teman sendiri)
  3. Kenapa kita juga tidak menemukan jawaban dari pertanyaan “Kenapa kampus-kampus besar seperti UI, UGM, ITB masih pakai BEM ?” pada artikel tersebut ?
  4. Kenapa ?

4# Luapan Ekspresi Ketidapuasan ? pemahaman demokrasi ?

Pendapat 4
Pendapat 4

Lagi… kita ingin mengajukan beberapa pertanyaan :

  1. Apakah ini hanya sebuah luapan ekspresi dari ketidakpuasan kinerja BEM ? atau Fakta ?
  2. Apa itu Demokrasi ? Bagaimana mengukur level sebuah pemahaman Demokrasi ? Demokrasi yang seperti apa yang diharapkan tumbuh di kampus kita ? Bagaimana dan apa yang dilakukan BEM untuk menumbuhkan Demokrasi di lingkungan kampus ?
  3. Tanpa harus mengutip pendapat dari ahli, kita mendapatkan definisi Demokrasi dari Wikipedia yang berbunyi : “Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka“. Jika kita mengacu kepada definisi ini, bolehkan kita bertanya “Seberapa besar peran BEM untuk mengubah hidup kita ?”

5# Demokrasi yang tepat dan politik yang benar ?

Pendapat 5
Pendapat 5

Sepengetahuan kita, kontrol demokrasi itu ada pada masyarakat dan pers. Yang mengontrol pemerintah itu bukan pemerintah itu sendiri.

Ada berita yang bisa menggambarkan bahwa kontrol demokrasi itu salah satunya ada pada pers : “Bagir Manan: Pertahankan Tradisi Pers sebagai Kontrol Demokrasi (Sinar Harapan, 2014)”

Kita sangat menunggu bentuk nyata dari BEM untuk membentuk pemahaman mahasiswa Telkom University akan Demokrasi yang tepat dan politik yang benar.

Sehingga sebagian besar dari kita mengetahui dengan jelas seperti apa Demokrasi yang tepat dan politik yang benar.

6# Kita harap ini bukan ancaman

Pendapat 6
Pendapat 6

Kutipan yang cukup bagus, menenangkan dan sekaligus mengkhawatirkan. Kita harap kata-kata “tetapi saya akan lindungi hak anda untuk hidup” dipilih untuk menandakan bahwa kami pers independen masih bisa bersuara.

Catatan Penting :
Bentuk diskusi dan saling-respon seperti ini sangat diperlukan untuk membentuk pribadi yang tangguh. Terlebih jika diantara kita nantinya mungkin akan ada yang bekerja menjadi aparatur negara.

Jika siapapun diantara kita pernah melakukan Demonstrasi untuk menuntut pemerintah TURUN di 100 Hari masa kerjanya karena dianggap tidak bisa memenuhi keinginan rakyat, kita -pun harus siap menghadapi hal yang sama sejak saat ini.

Salam AnTek