Benarkah BEM dikuasai oleh Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus ?

2
3734
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus

Pada akhir Juni 2016 kami merilis sebuah artikel yang berjudul “8 Alasan Mengapa BEM Telkom University Belum diperlukan”.

Tidak lama dari dirilisnya artikel tersebut, kami menerima banyak tanggapan melalui komentar, FB Page, email dan tulisan pada beberapa blog..

Tanggapan yang kami terima-pun sangat beragam.

Mulai dari sebuah komentar yang meminta kami menarik artikel tersebut karena dianggap tidak akurat, hingga sebuah email yang memberikan kami beberapa “petunjuk” dan meminta kami menelusurinya.

Sebagai negara yang menganut paham Demokrasi, mengutarakan sebuah pendapat adalah sesuatu yang wajar.

Pada artikel kali ini kami akan mencoba menuliskan pendapat kami mengenai Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus.

Artikel ini merupakan hasil dari penelusuran beberapa “petunjuk” yang kami terima dari seseorang melalui email.

Apa sih itu Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus ?

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OrMEK) adalah sebuah organisasi kepemudaan yang memiliki latar belakang kemahasiswaan yang aktifitas dan ruang lingkupnya berada diluar universitas atau perguruan tinggi.

Menurut beberapa sumber,berikut ini adalah organisasi yang dikategorikan kedalam OrMEK :

  1. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam)
  2. KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia)
  3. PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia)
  4. PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia)
  5. GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia)
  6. IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah)
  7. GMKI,FMN, LMND, dsb

Peraturan yang Berhubungan dengan OrMEK

Berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 26/DIKTI/KEP/2002, melarang Organisasi Ekstra Kampus atau Partai Politik dalam kehidupan kampus.

Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 26/DIKTI/KEP/2002
Hal Pertama – Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 26/DIKTI/KEP/2002

Keputusan tersebut diambil untuk menjaga suasana kampus tetap kondusif dan jauh dari benturan-benturan kepentingan politik.

Mahasiswa merupakan agen perubahan dan generasi penerus bangsa Indonesia. Dengan segala potensi dan semangat yang menggebu-gebu, kontrol emosi yang kuat sangat diperlukan.

Tanpa kontrol emosi yang kuat, mahasiswa sangat berpeluang menjadi manusia yang pragmatis dengan pemahaman yang sempit.

Sedikitnya pengalaman yang dimiliki juga membuat mahasiswa sangat rentan terhadap pengaruh, pemikiran dan konspirasi yang destruktif.

Keadaan-keadaan tersebut harus menjadi pertimbangan berbagai pihak institusi pendidikan agar mahasiswanya tidak terjerumus kedalam “politik kampus” yang salah yang mengesampingkan esensi pembelajaran, intelektualitas dan idealisme sebagai seorang mahasiswa.

Dikampus kita tercinta, Telkom University juga memiliki peraturan yang mempertegas posisi OrMEK ini. Yaitu tercantum pada Keputusan Rektor Universitas Telkom Nomor : KEP.193/ORG22/REK.0/2013.

BAB IX menjelaskan Larangan terhadap Organisasi Ekstra Kampus atau Partai Politik dalam Kehidupan Kampus.

Keputusan Rektor Nomor : KEP.193/ORG22/REK.0/2013
Keputusan Rektor Nomor : KEP.193/ORG22/REK.0/2013

Profile CapreSma dan Cawapresma pada PEMIRA akhir tahun 2015

Foto Capresma dan Cawapresma
Foto Capresma dan Cawapresma (Sumber : Dok. PEMIRA TEL-U)

Profil Pasangan Nomor 1 :

Kurnia Massidik (Capresma)

  • Teknik Elektro 2013
  • Pernah Aktif sebagai Staff BEM KEMA TEL-U
  • Kader HMI

Nadya Marthasa (Cawapresma)

  • Desain Komunikasi Visual 2013
  • Pernah Aktif sebagai Staff BEM KEMA TEL-U

Profil Pasangan Nomor 2 :

Muhammad Fikri Khaeruddin (Capresma)

  • Teknik Telekomunikasi 2012
  • Pernah Aktif sebagai salah satu Menteri di BEM KEMA TEL-U
  • Pernah mengikuti DM (Daurah Marhalah) 1 KAMMI

Imanda Kusuma Putra (Cawapresma)

  • Ilmu Komputasi 2012
  • Pernah Aktif sebagai salah satu Menteri di BEM KEMA TEL-U

Profil Pasangan Nomor 3 :

Muhammad Ghazali Suwardi (Capresma)

  • Ilmu Komputasi 2012
  • Ketua Himpunan Ilmu Komputasi 2015
  • Kader KAMMI

Athifah Nurshafa (Cawapresma)

  • Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika 2012
  • Kepala Departemen BEM FEB

Beberapa informasi mengenai latar belakang dari teman-teman yang pernah terlibat di BEM Telkom University sangatlah menarik untuk dikaji.

Data dan informasi yang lebih lengkap sangat diperlukan agar bisa mengambil sebuah kesimpulan apakah selama BEM Telkom University berdiri, dipenuhi oleh pihak-pihak yang merupakan KADER dari sebuah atau beberapa OrMEK tertentu ?

Dari berbagai sumber yang kami temui termasuk berdiskusi dengan beberapa mahasiswa yang pernah aktif di sebuah Organisasi Internal dan Eksternal, indikasi pergerakan OrMEK sepertinya memang terjadi.

Agenda OrMEK di lingkungan Kampus

Harus diakui memang kampus telah menjadi “ladang” untuk mencari kader-kader intelektual bagi OrMEK. Dan sangat mungkin sekali salah satu alasan OrMEK muncul secara halus melalui berbagai kegiatan dikampus adalah untuk merekrut kader-kader intelektual muda.

Jumlah mahasiswa yang tidak sedikit disebuah kampus merupakan peluang dan potensi untuk membentuk basis massa yang dikelola untuk kepentingan tertentu.

Banyak orang menduga bahwa OrMEK memiliki afiliasi dengan partai politik tertentu untuk menjalankan dan mendukung kepentingan politik tertentu.

Perlu juga kita ketahui bahwa OrMEK berperan pada beberapa peristiwa Demokrasi dan sejarah di Indonesia. Ada banyak kontribusi prositif yang telah dilakukan OrMEK ini kepada bangsa indonesia.

Mengingat adanya aturan kampus yang melarang kehadiran OrMEK dan Partai Politik, beberapa kader OrMEK yang juga aktif di Organisasi internal kampus harus berhati-hati dalam mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan OrMEK tersebut.

Tim AnakTelkom sempat menemukan sebuah dokumentasi foto kegiatan sosial positif yang diadakan oleh Gabungan beberapa OrMEK dan mencantumkan nama Telkom.

Kegiatan Sosial OrMEK
Kegiatan Sosial OrMEK (Sumber : Google)

Lemahnya Pengawasan Pihak Kampus Rentan dimanfaatkan oleh Oknum Tertentu

Walaupun sudah terdapat aturan kampus yang melarang kehadiran OrMEK dilingkungan kampus. Tetapi lemahnya pengawasan pihak kampus sangat rentan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengadakan sebuah acara yang didukung oleh OrMEK.

Pada bagian ini Tim Anak Telkom memutuskan untuk tidak mempublikasi foto-foto yang diperoleh dari sumber anonim demi menjaga nama baik pihak tertentu.

Pada foto-foto tersebut terlihat sebuah kegiatan yang diadakan sekitar bulan Agustus tahun 2015. Sebuah kegiatan yang diduga didukung oleh OrMEK tertentu.

Hal ini bisa menjadi masukan bagi pihak Kampus bahwa harus ada mekanisme pengecekan terhadap kegiatan-kegiatan kampus yang diadakan di hari-hari yang sangat minim pengawasan.

Pertanyaan : Benarkah BEM dikuasai oleh Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus ?

Kami sendiri belum dapat menyimpulkan secara tegas untuk menjawab pertanyaan tersebut. Tetapi fakta bahwa ada mahasiswa Telkom University yang aktif di kegiatan Organisasi Eksternal dan juga aktif di Organisasi internal sepertinya sudah tidak bisa dibantah lagi.

Mahasiswa sebagai generasi penerus dan calon pemimpin bangsa ini masih memerlukan pendidikan dan pembinaan untuk meningkatkan sikap kritis terhadap lingkungan dan masyarakat.

Organisasi internal kampus seharusnya mampu mengakomodasi berbagai aspirasi dan harapan mahasiswa untuk terus mengembangkan berbagai kemampuan penting.

Fakta lain yang harus kita akui bersama adalah kampus belum memiliki rencana dan arah pembinaan yang cukup jelas bagi seluruh organisasi internal.

Sehingga hampir sebagian besar organisasi internal kampus bisa dianggap berjalan sendiri-sendiri, memiliki program yang overlap dan sulit untuk dikoordinasi.

Hal ini dikhawatirkan pihak-pihak diluar kampus memanfaatkan kondisi ini dengan mengakomodasi aspirasi mahasiswa.

OrMEK memang mengklaim bahwa Organisasi mereka adalah organisasi pergerakan dan pengkaderan intelektual muda. Tapi ketika OrMEK memiliki afiliasi dengan parti politik tertentu, sangat besar kemungkinan mereka akan menjalankan kegiatan politik praktis.

Mahasiswa Telkom University perlu menyikapi dengan kritis dan bijak permasalah OrMEK ini. Jangan mudah terbujuk untuk terlibat pada kegiatan OrMEK.

Kalaupun sudah terlibat, pastikan bisa bersikap profesional dengan tidak mencampur-adukan kepentingan Organisasi internal dengan eksternal.

Jika belajar dari kejadian :

  1. “Aksi TUTUP MATA Presma BEM TEL-U” pada bulan Oktober 2015 yang melibatkan pihak sms komensial yang memerlukan biaya untuk membuat hastag #BukaMataJokowi menjadi trending topik
  2.  “pengumpulan KTM” oleh oknum Senior Residen Asrama pada bulan Desember 2015
  3. Begitu “ngebet”-nya seorang kandidat PRESMA untuk menjadi PRESMA dengan memperpanjang masa studinya dengan hasil 100 hari kerja yang belum maksimal,

menyisakan beberapa pertanyaan :

  1. Apakah OrMEK memang banyak terlibat hingga masuk ke tubuh Organisasi Internal Kampus Telkom University ?
  2. Apakah ada aliran dana baik yang berasal dari OrMEK maupun yang dihimpun oleh Organisasi Internal untuk kepentingan OrMEK tertentu ?
  3. Apakah ada banyak kegiatan kampus yang sebenarnya kegiatan tersebut adalah kegiatan perekrutan dan kaderisasi OrMEK ?
  4. Apakah pada PEMIRA yang sudah dan akan diadakan juga terdapat campur tangan OrMEK untuk kepentingan tertentu ?
  5. BEM Institusi ? BEM Fakultas ? Apakah … ?
  6. BEM belum memiliki media untuk mendukung keterbukaan informasi ? Program Kerja ? LPJ ? Hasil Evaluasi ? dsb ? apakah itu … ?
  7. Apakah ada Agenda yang lebih besar ketimbang sekedar pengkaderan dan memberikan pengetahuan keorganisasian ?
  8. Apakah berdirinya BEM Institusi merupakan aspirasi sebagian besar Mahasiswa Telkom University ? atau ?

Sumber :

  1. Organisasi Mahasiswa di Indonesia – Wikipedia
  2. Ini Empat Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus Terkuat Di Indonesia – Ruang Bicara
  3. Belajar dari Konsitusi Kampus: Jangan Internalkan yang Eksternal – Kompasiana
  4. Seberapa Pentingkah Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus ? – Kompasiana
  5. Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 26/DIKTI/KEP/2002
  • Syarif Maula

    ada kelanjutannya min?

    • Belum gan… lagi pada sibuk kuliah.. hahaha…