8 Alasan Mengapa BEM Telkom University Belum diperlukan

44
4068
BEM Telkom University
BEM Telkom University

Badan Eksekutif Mahasiswa atau disingkat BEM adalah sebuah organisasi mahasiswa intra kampus yang merupakan lembaga eksekutif di tingkat pendidikan tinggi.

Dari hasil penelusuran, di Telkom University setidaknya terdapat 5 BEM yaitu :

  1. BEM KEMA Telkom Universitybem.telkomuniversity.ac.id
  2. BEM TCIS (FIK)tcis.telkomuniversity.ac.id/id/tag/bem/
  3. BEM FEBbemfebunivtelkom.wordpress.com/
  4. BEM FKBbemfkbtelu.wordpress.com/
  5. BEM FIT – https://www.facebook.com/Bem.f.ilmuterapan

Jika mengunjungi Website resmi BEM KEMA Telkom University kami tidak menemukan informasi yang menjelaskan hubungan antar BEM yang ada di Telkom University.

Hal ini perlu menjadi perhatian utama bagi BEM KEMA Telkom University sebagai BEM yang berada di tingkat institusi.

Tanpa adanya peraturan atau kebijakan yang mengatur hubungan antar BEM yang ada, akan sangat sulit untuk saling berkoordinasi dan bersinergi secara efektif.

Selain itu, peraturan atau kebijakan yang mengatur hubungan antar BEM ini dinilai sangat diperlukan untuk memastikan bahwa masing-masing BEM memiliki program yang tidak saling tumpang-tindih (overlap).

Pada bulan Oktober 2015, Mimin Senior yang sudah pensiun pernah mencoba mengingatkan BEM KEMA Telkom University pada tulisan yang berjudul : “PencitraanKah? Aksi TUTUP MATA Presma BEM TEL-U”

Pada kali ini kami juga berusaha untuk menuliskan pendapat kami mengenai BEM KEMA Telkom University yang akan memasuki 100 hari kerja.

Bagi kami, ada 8 Alasan Mengapa BEM Telkom University Belum diperlukan.

1. Presiden Mahasiswa BEM KEMA Telkom University dipilih oleh kurang dari 10% Mahasiswa/i Telkom University

Dari hasil PEMIRA yang diselenggarakan pada Tahun 2015, Gaza dan Sofa terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa dengan perolehan suara sebanyak 1832.

Jika melihat total jumlah mahasiswa Telkom University yang berkisar antara 24.000 hingga 27.000 mahasiswa (Sumber : Students Telkom Universitytempo.co), perolehan suara tersebut dianggap sangat kecil.

Presiden dan Wakil Presiden BEM KEMA Telkom University Terpilih
Presiden dan Wakil Presiden BEM KEMA Telkom University Terpilih

Data lain yang kami peroleh dari PEMIRA 2015 adalah :

  1. Total suara masuk : 4270
  2. Total suara kandidat no. 1 : 1825
  3. Total suara kandidat no. 3 : 1832
  4. Total suara tidak sah : 613

Anggaplah jumlah total jumlah mahasiswa Telkom University adalah 25.000. Maka kesimpulan kami adalah :

  1. Mahasiswa Telkom University yang ikut memilih pada PEMIRA 2015 hanya 17.08% dari total jumlah mahasiswa Telkom University.
  2. Kandidat no 1 meraih suara sebesar 42.75% dari total suara masuk dan hanya 7.3% dari total jumlah mahasiswa Telkom University.
  3. Kandidat no 3 meraih suara sebesar 42.90% dari total suara masuk dan hanya 7.328% dari total jumlah mahasiswa Telkom University.
  4. Suara tidak sah mencapai 14.35% dari total suara masuk.

Jika kita menganalogikan Telkom Univesity sebagai negara, apa pendapat teman-teman mengenai presiden yang hanya dipilih oleh kurang dari 10% Warga Negaranya.

Apakah angka tersebut bisa menggambarkan bahwa pemimpin terpilih merupakan pemimpin pilihan sebagaian besar rakyatnya ?

Atau angka tersebut menggambarkan bahwa “ada atau tidaknya” presiden yang terpilih,tidak akan mempengaruhi apapun di negara tersebut ?

2. Kabinet saat ini dianggap tidak efektif dan efisien

Kami perlu mengapresiasi teman-teman BEM saat ini. Karena dari segi desain logo, slide power point, poster dsb dinilai ada perbaikan dari BEM sebelum-sebelumnya.  Tapi sayang tidak ada kementrian khusus yang menangani seni dan budaya.

Kabinet BEM KEMA Telkom University
Kabinet BEM KEMA Telkom University

Selain itu kami sangat menyoroti jumlah staf  yang ada disetiap kementrian. Percaya atau tidak, total staf yang dimiliki oleh kementrian pada kabinet saat ini mencapai 111 orang staf. Berikut ini adalah rinciannya (Sumber : http://bem.telkomuniversity.ac.id/):

  1. Kementrian Sumber Daya Kabinet dengan slogan #SDKBahagia memiliki 10 orang staf.
  2. Kementrian Kaderisasi dengan slogan #KDResponsible memiliki 8 orang staf.
  3. Kementrian Kewirausahaan dengan slogan #KWUCredible memiliki 9 orang staf.
  4. Kementrian Komunikasi dan Informasi dengan slogan #KOMINFOKece memiliki 12 orang staf.
  5. Kementrian Luar Negeri dengan slogan #KEMENLUHebat memiliki 8 orang staf.
  6. Kementrian Kajian dan Strategi dengan slogan #KastraThinking memiliki 8 orang staf.
  7. Kementrian Tata Kelola Event dengan slogan #TKExcellent memiliki 9 orang staf.
  8. Kementrian Pengabdian Masyarakat dengan slogan #PengmasPeduli memiliki memiliki 11 orang staf.
  9. Kementrian Riset dan Teknologi dengan slogan #RISTEKOnFire memiliki 7 orang staf.
  10. Kementrian Dalam Negeri dengan slogan #DagIntegrated memiliki 11 orang staf.
  11. Kementrian Tata Kelola Lingkungan dengan slogan #TKLGreget memiliki 11 orang staf.
  12. Kementrian Advokasi dengan slogan #AdvokaSigap memiliki 7 orang staf.

Melihat begitu banyaknya staf yang dibutuhkan memunculkan pertanyaan. Apakah program yang akan dijalankan di 9 bulan terakhir di Tahun 2016 ini memerlukan staf sebanyak itu ?

Ada fakta nyata yang kami temukan untuk setidaknya menilai kinerja staf yang cukup banyak ini. Kebetulan kami mencoba mengeksplorasi Website resmi BEM KEMA Telkom University.

Berita pada tautan berikut belum berfungsi sempurna karena pada saat menekan tombol selengkapnya pada berita/artikel/tulisan yang dtampilkan akan muncul pesan error.

  1. http://bem.telkomuniversity.ac.id/category/internal/
  2. http://bem.telkomuniversity.ac.id/category/eksternal/
  3. http://bem.telkomuniversity.ac.id/category/bem/

Kemungkinan besar error tersebut disebabkan oleh tautan tombol selengkapnya mengarah ke http://localhost/bem/bem/detail_post

Jika mempertimbangkan jumlah staf Komunikasi dan Informasi serta Kementrian Riset dan Teknologi yang berjumlah 17 orang, permasalahan website tersebut seharusnya bisa diselesaikan sebelum 100 hari masa kerja.

Penentuan jumlah staf dikatakan wajar jika memang berdasarkan pertimbangan matang, pertimbangan pengalaman, pertimbangan fakta dan bukan hanya sekedar mengikuti pengurus sebelumnya.

Dengan demikian, kabinet saat ini akan tetap menjadi kabinet yang #KitaBanget bukan #NggakBanget.

3. Belum mampu membentuk lingkungan yang kritis konstruktif

Perbaikan hanya bisa dilakukan jika kita memiliki pikiran yang kritis untuk mengidentifikasi masalah yang ada.

Sebelum berbicara sebagai agent of change bagi bangsa dan negara, seharusnya BEM mampu untuk membentuk mahasiswa Telkom University menjadi agent of change ditingkat kampus.

Tanpa pemikiran kritis, BEM sebenarnya hanya sebuah kumpulan orang-orang yang akan membuat program supaya terlihat ada kegiatan atau menunggu permintaan dari kampus untuk terlibat disebuah kegiatan. That’s it…

4. Tidak memiliki program kerja yang jelas

Sebenarnya sedih melihat program kerja yang dicantumkan oleh kabinet ini pada Website resmi BEM Telkom University dan pada slide presentasi yang bisa diunduh di halaman download.

Program kerja itu tidak sama dengan urutan atau daftar aktifitas.

Mungkin beberapa referensi acak berikut bisa digunakan oleh teman-teman BEM untuk membuat sebuah program kerja sebelum dipublikasikan ke khalayak umum.

  1. Kerangka menyusun Program Kerja
  2. Program Kerja

Alternatif lain yang bisa dilakukan BEM adalah mengajukan pelatihan-pelatihan keorganisasian ke Direktorat Kemahasiswaan. Agar BEM bisa mendapatkan banyak ilmu pengetahuan yang sudah umum mengenai keorganisasian.

5. Tidak memiliki program yang mendukung visi dan misi kampus

Berikut ini adalah visi dan misi kampus kita tercinta :

Visi Telkom University adalah menjadi perguruan tinggi berkelas dunia (A World Class University)  yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni berbasis teknologi informasi.

Pastikan program yang dimiliki oleh BEM bukan merupakan program duplikasi atau program yang tumpang-tindih dengan program yang sudah dimiliki oleh BEM Fakultas, HIMA dan Kampus.

Program Kerja Kementrian Kewirausahaan
Program Kerja Kementrian Kewirausahaan

Lomba lokal, seminar dan pelatihan yang hanya berdampak jangka pendek dan tidak berdampak luas, sebaiknya tidak dilakukan.

Karena tidak akan mendukung visi kampus yang berharap menjadi World Class University yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI.

Adakanlah kegiatan internasional yang akan menunjukan bahwa mahasiswa Telkom University patut disejajarkan dengan kampus World Class lainnya yang berbasis Teknologi Informasi.

6. Belum sepenuhnya melaksanakan open goverment

Ada baiknya sebelum menyatakan akan melaksanakan open government, pelajari lebih mendalam apa itu open goverment sehingga kementrian yang terkait bisa membuat program kerja yang mendukung visi dan misi presidennya.

7. Belum memiliki program kerja jangka panjang yang berdampak pada masyarakat sekitar

Jika kampus lain bisa mendapatkan dana besar dari perusahaan-perusahaan besar seperti Telkom, Telkomsel, Pertamina, dsb untuk membuat sebuah program kerja yang berdampak pada masyarakat sekitar, seharusnya BEM KEMA Telkom University juga bisa melakukan hal yang sama.

Mendapatkan dana dari usaha-usaha yang berbau ICT sudah harus didukung, direncanakan dan digalakan karena kita kampus ICT.

Mahasiswa kita harus dilatih untuk bisa mendapatkan dana yang signifikan yang tidak hanya dari jualan kue-kue dikelas atau jualan di TSM.

Jumlah dana yang signifikan akan bisa digunakan untuk sesuatu yang signifikan. Misalnya :  mengadakan Telkom mengajar dengan bentuk yang lebih greget, mengirim relawan ketika terjadi becana kebakaran ketimbang demo #bukaMataPresiden, dsb.

8. Belum memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan kampus

Ada beberapa pertanyaan yang bisa menjelaskan tentang “pengaruh BEM yang signifikan terhadap kehidupan kampus” :

seandainya BEM KEMA Telkom University tidak ada,

  1. Apakah kehidupan mahasiswa dikampus akan sangat tergangu dan membuat semua proses yang sedang berjalan menjadi kacau ?
  2. Apakah kegiatan kampus seperti lomba, seminar atau kegiatan UKM akan lumpuh atau mereka hanya akan kehilangan satu logo dispanduk mereka sebagai media partner ?
  3. Apakah HIMA dan BEM lain yang ada akan kebingungan seperti anak kehilangan induk ?
  4. Apakah sebagian besar mahasiswa Telkom University akan merasa kehilangan karena BEM adalah organisasi yang biasanya menampung semua aspirasi, mulai dari masalah lift gedung 10 mati hingga masalah akademis ?
  5. Apakah lulusan Telkom University menjadi sulit mencari kerja karena biasanya BEM KEMA Telkom University membantu mereka dengan menjalin ikatan yang kuat dengan alumni ?
  6. Apakah masyarakat sekitar merasa kehilangan karena BEM KEMA Telkom University selalu memberikan solusi nyata terhadap permasalahan masyarakat ?

Jika semua jawaban dari pertanyaan diatas adalah “Tidak”, maka teman-teman bisa menyimpulkan sendiri apakah BEM KEMA Telkom University diperlukan ?

Salam AnTek