8 Alasan Mengapa BEM Telkom University Belum diperlukan

44
3528
BEM Telkom University
BEM Telkom University

Badan Eksekutif Mahasiswa atau disingkat BEM adalah sebuah organisasi mahasiswa intra kampus yang merupakan lembaga eksekutif di tingkat pendidikan tinggi.

Dari hasil penelusuran, di Telkom University setidaknya terdapat 5 BEM yaitu :

  1. BEM KEMA Telkom Universitybem.telkomuniversity.ac.id
  2. BEM TCIS (FIK)tcis.telkomuniversity.ac.id/id/tag/bem/
  3. BEM FEBbemfebunivtelkom.wordpress.com/
  4. BEM FKBbemfkbtelu.wordpress.com/
  5. BEM FIT – https://www.facebook.com/Bem.f.ilmuterapan

Jika mengunjungi Website resmi BEM KEMA Telkom University kami tidak menemukan informasi yang menjelaskan hubungan antar BEM yang ada di Telkom University.

Hal ini perlu menjadi perhatian utama bagi BEM KEMA Telkom University sebagai BEM yang berada di tingkat institusi.

Tanpa adanya peraturan atau kebijakan yang mengatur hubungan antar BEM yang ada, akan sangat sulit untuk saling berkoordinasi dan bersinergi secara efektif.

Selain itu, peraturan atau kebijakan yang mengatur hubungan antar BEM ini dinilai sangat diperlukan untuk memastikan bahwa masing-masing BEM memiliki program yang tidak saling tumpang-tindih (overlap).

Pada bulan Oktober 2015, Mimin Senior yang sudah pensiun pernah mencoba mengingatkan BEM KEMA Telkom University pada tulisan yang berjudul : “PencitraanKah? Aksi TUTUP MATA Presma BEM TEL-U”

Pada kali ini kami juga berusaha untuk menuliskan pendapat kami mengenai BEM KEMA Telkom University yang akan memasuki 100 hari kerja.

Bagi kami, ada 8 Alasan Mengapa BEM Telkom University Belum diperlukan.

1. Presiden Mahasiswa BEM KEMA Telkom University dipilih oleh kurang dari 10% Mahasiswa/i Telkom University

Dari hasil PEMIRA yang diselenggarakan pada Tahun 2015, Gaza dan Sofa terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa dengan perolehan suara sebanyak 1832.

Jika melihat total jumlah mahasiswa Telkom University yang berkisar antara 24.000 hingga 27.000 mahasiswa (Sumber : Students Telkom Universitytempo.co), perolehan suara tersebut dianggap sangat kecil.

Presiden dan Wakil Presiden BEM KEMA Telkom University Terpilih
Presiden dan Wakil Presiden BEM KEMA Telkom University Terpilih

Data lain yang kami peroleh dari PEMIRA 2015 adalah :

  1. Total suara masuk : 4270
  2. Total suara kandidat no. 1 : 1825
  3. Total suara kandidat no. 3 : 1832
  4. Total suara tidak sah : 613

Anggaplah jumlah total jumlah mahasiswa Telkom University adalah 25.000. Maka kesimpulan kami adalah :

  1. Mahasiswa Telkom University yang ikut memilih pada PEMIRA 2015 hanya 17.08% dari total jumlah mahasiswa Telkom University.
  2. Kandidat no 1 meraih suara sebesar 42.75% dari total suara masuk dan hanya 7.3% dari total jumlah mahasiswa Telkom University.
  3. Kandidat no 3 meraih suara sebesar 42.90% dari total suara masuk dan hanya 7.328% dari total jumlah mahasiswa Telkom University.
  4. Suara tidak sah mencapai 14.35% dari total suara masuk.

Jika kita menganalogikan Telkom Univesity sebagai negara, apa pendapat teman-teman mengenai presiden yang hanya dipilih oleh kurang dari 10% Warga Negaranya.

Apakah angka tersebut bisa menggambarkan bahwa pemimpin terpilih merupakan pemimpin pilihan sebagaian besar rakyatnya ?

Atau angka tersebut menggambarkan bahwa “ada atau tidaknya” presiden yang terpilih,tidak akan mempengaruhi apapun di negara tersebut ?

2. Kabinet saat ini dianggap tidak efektif dan efisien

Kami perlu mengapresiasi teman-teman BEM saat ini. Karena dari segi desain logo, slide power point, poster dsb dinilai ada perbaikan dari BEM sebelum-sebelumnya.  Tapi sayang tidak ada kementrian khusus yang menangani seni dan budaya.

Kabinet BEM KEMA Telkom University
Kabinet BEM KEMA Telkom University

Selain itu kami sangat menyoroti jumlah staf  yang ada disetiap kementrian. Percaya atau tidak, total staf yang dimiliki oleh kementrian pada kabinet saat ini mencapai 111 orang staf. Berikut ini adalah rinciannya (Sumber : http://bem.telkomuniversity.ac.id/):

  1. Kementrian Sumber Daya Kabinet dengan slogan #SDKBahagia memiliki 10 orang staf.
  2. Kementrian Kaderisasi dengan slogan #KDResponsible memiliki 8 orang staf.
  3. Kementrian Kewirausahaan dengan slogan #KWUCredible memiliki 9 orang staf.
  4. Kementrian Komunikasi dan Informasi dengan slogan #KOMINFOKece memiliki 12 orang staf.
  5. Kementrian Luar Negeri dengan slogan #KEMENLUHebat memiliki 8 orang staf.
  6. Kementrian Kajian dan Strategi dengan slogan #KastraThinking memiliki 8 orang staf.
  7. Kementrian Tata Kelola Event dengan slogan #TKExcellent memiliki 9 orang staf.
  8. Kementrian Pengabdian Masyarakat dengan slogan #PengmasPeduli memiliki memiliki 11 orang staf.
  9. Kementrian Riset dan Teknologi dengan slogan #RISTEKOnFire memiliki 7 orang staf.
  10. Kementrian Dalam Negeri dengan slogan #DagIntegrated memiliki 11 orang staf.
  11. Kementrian Tata Kelola Lingkungan dengan slogan #TKLGreget memiliki 11 orang staf.
  12. Kementrian Advokasi dengan slogan #AdvokaSigap memiliki 7 orang staf.

Melihat begitu banyaknya staf yang dibutuhkan memunculkan pertanyaan. Apakah program yang akan dijalankan di 9 bulan terakhir di Tahun 2016 ini memerlukan staf sebanyak itu ?

Ada fakta nyata yang kami temukan untuk setidaknya menilai kinerja staf yang cukup banyak ini. Kebetulan kami mencoba mengeksplorasi Website resmi BEM KEMA Telkom University.

Berita pada tautan berikut belum berfungsi sempurna karena pada saat menekan tombol selengkapnya pada berita/artikel/tulisan yang dtampilkan akan muncul pesan error.

  1. http://bem.telkomuniversity.ac.id/category/internal/
  2. http://bem.telkomuniversity.ac.id/category/eksternal/
  3. http://bem.telkomuniversity.ac.id/category/bem/

Kemungkinan besar error tersebut disebabkan oleh tautan tombol selengkapnya mengarah ke http://localhost/bem/bem/detail_post

Jika mempertimbangkan jumlah staf Komunikasi dan Informasi serta Kementrian Riset dan Teknologi yang berjumlah 17 orang, permasalahan website tersebut seharusnya bisa diselesaikan sebelum 100 hari masa kerja.

Penentuan jumlah staf dikatakan wajar jika memang berdasarkan pertimbangan matang, pertimbangan pengalaman, pertimbangan fakta dan bukan hanya sekedar mengikuti pengurus sebelumnya.

Dengan demikian, kabinet saat ini akan tetap menjadi kabinet yang #KitaBanget bukan #NggakBanget.

3. Belum mampu membentuk lingkungan yang kritis konstruktif

Perbaikan hanya bisa dilakukan jika kita memiliki pikiran yang kritis untuk mengidentifikasi masalah yang ada.

Sebelum berbicara sebagai agent of change bagi bangsa dan negara, seharusnya BEM mampu untuk membentuk mahasiswa Telkom University menjadi agent of change ditingkat kampus.

Tanpa pemikiran kritis, BEM sebenarnya hanya sebuah kumpulan orang-orang yang akan membuat program supaya terlihat ada kegiatan atau menunggu permintaan dari kampus untuk terlibat disebuah kegiatan. That’s it…

4. Tidak memiliki program kerja yang jelas

Sebenarnya sedih melihat program kerja yang dicantumkan oleh kabinet ini pada Website resmi BEM Telkom University dan pada slide presentasi yang bisa diunduh di halaman download.

Program kerja itu tidak sama dengan urutan atau daftar aktifitas.

Mungkin beberapa referensi acak berikut bisa digunakan oleh teman-teman BEM untuk membuat sebuah program kerja sebelum dipublikasikan ke khalayak umum.

  1. Kerangka menyusun Program Kerja
  2. Program Kerja

Alternatif lain yang bisa dilakukan BEM adalah mengajukan pelatihan-pelatihan keorganisasian ke Direktorat Kemahasiswaan. Agar BEM bisa mendapatkan banyak ilmu pengetahuan yang sudah umum mengenai keorganisasian.

5. Tidak memiliki program yang mendukung visi dan misi kampus

Berikut ini adalah visi dan misi kampus kita tercinta :

Visi Telkom University adalah menjadi perguruan tinggi berkelas dunia (A World Class University)  yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni berbasis teknologi informasi.

Pastikan program yang dimiliki oleh BEM bukan merupakan program duplikasi atau program yang tumpang-tindih dengan program yang sudah dimiliki oleh BEM Fakultas, HIMA dan Kampus.

Program Kerja Kementrian Kewirausahaan
Program Kerja Kementrian Kewirausahaan

Lomba lokal, seminar dan pelatihan yang hanya berdampak jangka pendek dan tidak berdampak luas, sebaiknya tidak dilakukan.

Karena tidak akan mendukung visi kampus yang berharap menjadi World Class University yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI.

Adakanlah kegiatan internasional yang akan menunjukan bahwa mahasiswa Telkom University patut disejajarkan dengan kampus World Class lainnya yang berbasis Teknologi Informasi.

6. Belum sepenuhnya melaksanakan open goverment

Ada baiknya sebelum menyatakan akan melaksanakan open government, pelajari lebih mendalam apa itu open goverment sehingga kementrian yang terkait bisa membuat program kerja yang mendukung visi dan misi presidennya.

7. Belum memiliki program kerja jangka panjang yang berdampak pada masyarakat sekitar

Jika kampus lain bisa mendapatkan dana besar dari perusahaan-perusahaan besar seperti Telkom, Telkomsel, Pertamina, dsb untuk membuat sebuah program kerja yang berdampak pada masyarakat sekitar, seharusnya BEM KEMA Telkom University juga bisa melakukan hal yang sama.

Mendapatkan dana dari usaha-usaha yang berbau ICT sudah harus didukung, direncanakan dan digalakan karena kita kampus ICT.

Mahasiswa kita harus dilatih untuk bisa mendapatkan dana yang signifikan yang tidak hanya dari jualan kue-kue dikelas atau jualan di TSM.

Jumlah dana yang signifikan akan bisa digunakan untuk sesuatu yang signifikan. Misalnya :  mengadakan Telkom mengajar dengan bentuk yang lebih greget, mengirim relawan ketika terjadi becana kebakaran ketimbang demo #bukaMataPresiden, dsb.

8. Belum memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan kampus

Ada beberapa pertanyaan yang bisa menjelaskan tentang “pengaruh BEM yang signifikan terhadap kehidupan kampus” :

seandainya BEM KEMA Telkom University tidak ada,

  1. Apakah kehidupan mahasiswa dikampus akan sangat tergangu dan membuat semua proses yang sedang berjalan menjadi kacau ?
  2. Apakah kegiatan kampus seperti lomba, seminar atau kegiatan UKM akan lumpuh atau mereka hanya akan kehilangan satu logo dispanduk mereka sebagai media partner ?
  3. Apakah HIMA dan BEM lain yang ada akan kebingungan seperti anak kehilangan induk ?
  4. Apakah sebagian besar mahasiswa Telkom University akan merasa kehilangan karena BEM adalah organisasi yang biasanya menampung semua aspirasi, mulai dari masalah lift gedung 10 mati hingga masalah akademis ?
  5. Apakah lulusan Telkom University menjadi sulit mencari kerja karena biasanya BEM KEMA Telkom University membantu mereka dengan menjalin ikatan yang kuat dengan alumni ?
  6. Apakah masyarakat sekitar merasa kehilangan karena BEM KEMA Telkom University selalu memberikan solusi nyata terhadap permasalahan masyarakat ?

Jika semua jawaban dari pertanyaan diatas adalah “Tidak”, maka teman-teman bisa menyimpulkan sendiri apakah BEM KEMA Telkom University diperlukan ?

Salam AnTek

  • Telkom Witel

    BEM FIT gk ada min?

    • Sorry gan… kelewat kayanya….

      • Diah Ayu Lestari

        Tolong diralat sebelum menyebarkan informasi yg belum akurat

        • Bisa dijelaskan detail bagian mana yang dianggap tidak akurat? Dan kita bisa dapatkan sumbernya darimana? Jika ada kami bersedia meralat.

  • Mahasiswa Apatis?

    wah butuh banget nih artikel artikel kayak gini….pencerahan bagi semua ormawa di Tel-U

    • Terima kasih gan sudah berkunjung… kita hanya mencoba menyampaikan pendapat dengan santun saja. Kebetulan itu hasil dari banyak pendapat yang disampaikan secara lisan maupun tulisan via email. Salam AnTek

  • Mahasiswa Apatis?

    boleh juga dong min di kupas tuntas tentang politik organisasi eksternal yang masuk di BEM dan DPM Tel-U

    • Wah boleh juga gan… tapi kita berusaha cari data dan info yang bisa kita jadiin bukti dulu gan. Selama ini baru indikasi aja ada keterlibatan organisasi luar yang mungkin mencoba memperpanjang tangannya melalui organisasi internal

  • Muhamad Erfan Apriyanto

    Indepth reportnya diperbagus lagi. Menelisik lebih dalam dan jeli.
    Itu cacatnya diangkat saja sekalian, apalagi ketika ada staf dari boneka partai.

    • Kita masih hati-hati gan. Kalaupun indikasi ada, tapi kalau belum banyak bukti yang kita punya khawatir jadi gaduh. Tapi sarannya ok gan. makasih sudah ngasih masukan.

  • Firman Ali

    Mau tanya dong. Jika melihat hirarki yang ada, dibawah BEM KEMA ada BEM fakultas. Tapi menurut sepengetahuan saya (tahun lalu), fakultas-fakultas eks ITT/FT tidak memiliki BEM sepeninggal BEM FT. Nah apakah BEM-BEM fakultas eks ITT/FT sudah terbentuk?
    Untuk poin poin yang dibahas, saya sangat setuju. BEM KEMA belum dibutuhkan dan terkesan terburu-buru dibentuk (tahun lalu)

    • Kita lagi coba baca teliti dulu gan peraturan yang ada dikampus.pendapat ini terpaksa kita publikasi karena sudah saatnya kita berhenti seolah-olah tidak ada hal yang penting yang perlu ditangani masalah BEM ini.

      Kita sendiri hati-hati gan.lagi cari informasi yang bisa dijadiin bukti. Cari informasi masih jadi tantangan buat kita

    • Mahasiswa Apatis?

      Setau saya, FT tidak mempunyai BEM sampai sekarang. Kegiatan mereka diurus langsung oleh Badan Kordinasi fakultas. Salah satu yang membuat saya bingung, karena tidak ada alasan yang jelas mengapa FT tidak mau membuat struktur BEM Fakultasnya. Sehingga menurut saya terjadi tumpang tindih antar fakultas karena berbedanya struktur organisasi di masing masing fakultas.

  • Fanjar Wijaksono

    Saya jujur SETUJU banget sama poin-poin di atas (apalagi poin 3). Sy liat, entah berlebihan atau ga, mahasiswa telkom terlihat pasif dan kurang kritis.
    Ini membuat mahasiswa telkom, khususnya di luar BEM, juga agaknya keliatan sangat individualis.

    Cuma pendapat aja

    • Iya gan.terima kasih dah respon.kita publikasi ini bukan untuk mancing kerusuhan.kita coba tulis sesantun mungkin. Ada banyak teman-teman yang masih peduli dengan keadaan sebenarnya. Dan kita berharap ada banyak perbaikan yg bisa dilakukan. Thx gan

    • NandaTriMahar

      Kalau dinilai pasif dan kurang kritis rasanya teman-teman di Telkom nggak mungkin menang di ajang perlombaan entah itu debat, bidang ict, bikin event kece macam nnm, ilcf, booking day, dsb gan. wkwkwk. gw bukan anak bem, tapi gapapa deng dikata pasif, daripada dikata aktif tapi gaada buktinya :V hehe

      • Wkwkw santai gan. disini kita terbuka. We are big and great family. Ini tulisan bukan untuk yang teman-teman yang aktif. Ini untuk BEM. Thx gan dah berkunjung ke gubuk kita

        • NandaTriMahar

          tulisan gw terbaca nggak santai ya? wkwkwk. mungkin karena pakai “gw” ya… LoL

          Ayo dimakan lagi menu berbukanya gan mimin, minum es biar dingin kepalanya nanggepin komen2 nanti hahaha

          • Santai kok gan. Malah kita ini balesin komen dari dalem kulkas. Wkwkwk

    • Baby Delany

      Kalo menurut saya, pasif mungkin iya, tapi banyak yang bisa dibilang kritis. Banyak yg bisa berkomentar, berdebat, dan ga nelan sesuatu mentah mentah. Yang bikin tulisan kayak artikel gini juga banyak. Cuman kurang menyatu aja, jadi keliatan gaada powernya..

      • Good point. We like it. 🙂 thanks sudah berkunjung

  • bubuy bulan

    Yuhuu…mantep ini artikel, baru bisa baca sekrg…ehh saran aja sih min yaa, dan juga ngasih tanggepan dikit, boleh kali yaa,…kalau saya sih bacanya kurang tajam aja nih bahasannya, knpa prbandingan Bem KEMA Tel-U perlu ada atau tidaknya hanya dari sisi Kabinet saat ini saja yaa ? Padahal BEM KEMA Tel-U sudah ada sejak 2014 dgn presma pertama bg ican, lalu bg aidil, dan skrg bg ghaza…ini harusnya juga menjadi catatan mimin jika melakukan koreksi terhadap BEM KEMAnya…kalau tulisan ini hanya untuk kritik Kabinet saat ini mgkin judulnya yg harus dikoreksi…pribadi saya, mgkin akan sangat lebih bijak jika isi cerita disesuaikan dgn judul dan dlm pmbhasannya nanti ikutkan kinerja dari 2 kabinet sebelumnya, sehingga informadi dan tanggapan mimin thdapa BEM KEMA Tel-U itu lebih akurat dan objektif…nuhun sebelumnya min 🙂

    • Kita open gan.ga nutup dari saran dan kritik.kebetulan baru itu yang bisa kita tulis tentang keadaan sekarang dan kita agak hati-hati juga nulisnya gan karena perlu bukti baik yang kita temuin online maupun offline. Thanks sudah berkunjung.

      masalah kenapa baru sekarang. Karana anaktelkom.com baru 10 bulan gan.

      • bubuy bulan

        10 bulan adalah waktu yang lama untuk menentukan rekam jejak dari Kepengurusan BEM sebelum2 nya, sehingga optimalisasi dari artikel ini juga lebih mantap dan kritis. Pastinya anak Telkom juga punya informan2 yang kredibel dong dalam pembuatan artikel like this yaa kan…itu lah harapan kita, terkhusus saya sebagai mahasiswa Telkom juga…dansaya rasa itu akan menjadi lebih bijak…jika memang belum selesai, ada baiknya diberi keterangan bersambung..atau bahkan ditunda penayangan artikel ini sampai semua komponen yang ingin judul sampaikan itu tercapai…atau juga ini mungkin salah judul kali min :/ hehehe ( hanya berpandangan saja ) nuhun min.

        • Setuju gan. Tulisan ini memang kita publish dengan bentuk seperti itu karena punya tujuan gan. Kita berusaha sesantun mungkin karena kita ga berharap ini jadi bahan untuk saling hujat. Intinya kita mau mentriger temen-temen.

          Dan kita bersyukur ternyata masih banyak yang peduli dan objektif juga kaya agan.
          Thx gan masukannya

  • Kuy

    Jalanin Terus konten cerdasnya, kalo bisa sediain solusi untuk setiap artikelnya, supaya mahasiswa makin krtis nanggepin artikelnya. Nice.

    • Ide bagus gan. Thx udah berkunjung ke gubuk kami wkwkwk

  • Pingback: 100 Hari BEM KEMA – Holla! Assalamualaikum()

  • Koala

    Buat OA LINE dong miin biar bisa bales2an sama OA BEM KEMA wkwkwkwk

    • Udah ada gan.tapi hold dulu biar semua adem ayem dulu. Wkwkwk

  • Unch

    Mungkin memang bem kema tel-u ini masih belum bisa dibandingkan dan disama ratakan dengan bem univ2 lain. Dari segi kaderisasipun angkatan gue (2014) bener bener ga merasakan upaya apa yg telah BEM “sendiri” itu lakukan. Yang gue dapet selama ini bem kema hanya melakukan program program kerja yg hanya melanjutkan tahun2 sebelumnya serta yg memang gaada dampaknya ke mahasiswa tsb. Mereka lupa tujuan dibentuk nya BEM oleh aktivis kampus adalah apa. Not just talk about menampung menampung menampung aspirasi. Terlalu banyak menampung hanga akan membuat tak berani bergerak kedepan. And then, sampah juga bersifat menampung bukan?well, pengaruh BEM KEMA yang signifikan. Itu bener2 nyentuh bgt. Ayo bem kema. Jgn hanya melaksanakan hal standard. Kalian terlalu berekspektasi tinggi, sehingga kalian lupa untuk merealisasikan hal yg kecil. Salut buat mimin udh bener2 niat dan kritis. Semoga kedepannya menjadikan hal hal ini sebagai implementasi agar menjadi panutan buat mahasiswa2 lainnya.
    Look at the situation from all angles, and you will become more open. And theeen, ini udh menjelang 100 hari kerja ya? Wahah 100 hari itu waktu yg ga sebentar. At least, mestinya udh banyak perubahan yg signifikan disini. Gue pun sebagai koor sdm disalah satu lab tingkat satu ini bakalan berusaha untuk lebih signifikan thdp sekitarnya. Salut. Keren. Terakhir, Dreams will never work unless you do! -sdmfd14

    • Good response gan. Telkom perlu mahasiswa kaya agan yang aktif di lab, berusaha berbuat sesuatu untuk teman-teman lainnya. Sukses gan

    • Good response gan. Telkom butuh mahasiswa kaya agan yang masih mau aktif dilab. semoga kita semua bisa tetap melakukan aksi nyata seperti yang agan sampeiin. Thanks sudah berkunjung ke gubuk kita 😀

  • Syarif Maula

    Tidak

    • Kaget gan.tiba-tiba muncul trus nulis tidak

  • Gregoruis prasetya

    Min, respon dari menteri nya dihapus kah? Aku klik di di blognya belau ko ndak ada ya

    • Sedang kita perbaiki kata-katanya agar sama2 nyaman 🙂

      • Gregoruis prasetya

        Nais min, lanjutkan diskusi sehatnya! Udah ditanggapi positif di blognya :v

  • Pingback: BEM GA PERLU! – Semesta Berucap()

  • Pingback: Ternyata Diskusi Tentang BEM Masih Berlanjut - Anak Telkom()

  • tom

    Coretan ini sebelumnya ada di blog saya min. saya privat blog saya. Sepertinya mimin sudah balas postingannya ya :v
    saya pindahkan diskusi kita disini, karena awalnya saya anggap blog saya sepi dan itu hanya untuk konsumsi teman-teman. tapi ternyata lebih jauh itu ‘tag’ mimin atau entah seperti apa mimin bisa tau, jadi saya kira lebih tepat kalau saya pindah disini, karena blog saya memang teruntuk beberapa orang saja .
    tanpa ada yang diedit, saya mohon maaf jika di ruang publik, tulisan saya tidak dengan bahasa kritik yang tepat.
    karena sudah terlanjur, dan tidak menarik kata-kata saya, mari berdiskusi dengan bijak.

  • Pingback: Benarkah BEM dikuasai oleh Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus ? - Anak Telkom()

  • Pingback: BEM Telkom University dan Misteri Hilangnya "Supermen" - Anak Telkom()

  • Pingback: Benarkah BEM dikuasai oleh Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus ? | Afif_yuflih()