80 Lulusan TEL-U Cumlaude, Pentingkah IPK Tinggi ?

1
3373
Wisuda Telkom University - 27 November 2015
Wisuda Telkom University - 27 November 2015 (Sumber : http://students.telkomuniversity.ac.id)

Akhirnya AnakTelkom dapat mengudara kembali di Dunia Maya setelah lebih dari 1 bulan menangani Tantangan Besar untuk menjadi Media Mahasiswa Telkom University :).  Kali ini Mimin akan membahas mengenai “Pentingkah IPK Tinggi ?”.

Mimin tergerak untuk membuat tulisan ini berdasarkan berita mengenai “Delapan Puluh Mahasiswa Telkom University Raih Predikat Cumlaude” pada Wisuda 27 November 2015 Kemarin.

Pembahasan ini menjadi bertambah menarik ketika salah satu Rekan Reporter AnakTelkom yang melihat berita tersebut di-share via Official Facebooknya Telkom University dan sayangnya share berita tersebut kini sudah tidak ada da rekan Reporter tersebut tidak mencoba melakukan Screen Capture.

Kemungkinan sharing berita tersebut dihapus karena komentar dibawahnya yang dianggap kurang baik. Kalau begitu… Kita kembali ke topik pembahasan saja. yaitu mengenai seberapa pentingkah IPK Tinggi ?

Mimin berusaha berdiskusi dengan beberapa Alumni dan Teman-teman yang Mimin kenal plus diskusi ama bokap & nyokap Mimin. Berikut adalah kesimpulan menarik yang dapat Mimin ambil dari diskusi tersebut.

IPK Tinggi Bukan Satu-satunya Ukuran atau Penentu Kesuksesan

IPK Tinggi =Sukses ?
IPK Tinggi =Sukses ? (Sumber : http://koaladigital.blogspot.com)

Salah besar jika teman-teman menganggap bahwa IPK Tinggi merupakan satu-satunya ukuran atau penentu kesuksesan hidup teman-teman. Yang sangat jarang kita pahami adalah proses belajar dan pendewasaan diri selama kita dalam masa studi.

Jika teman-teman memperoleh IPK Tinggi dengan cara yang “bermakna” alias dengan cara yang benar, maka teman-teman akan mendapatkan arti kesuksesan yang sebenarnya. Bukan hanya sekedar terlihat “Pasti Sukses” pada saat di Wisuda.

Dunia industri-pun sudah menyadari bahwa lulusan yang memiliki IPK Tinggi tidak selalu menggambarkan bahwa yang bersangkutan memiliki kemampuan yang diperlukan oleh perusahaan.

Dengan kata lain, IPK belum tentu menggambarkan kemampuan teman-teman yang sebenarnya ketika didunia kerja nanti.

Jika memang IPK Tinggi adalah satu-satunya ukuran atau penentu Kesuksesan, mengapa masih banyak orang yang tidak memiliki IPK Tinggi tetapi bisa meraih banyak kesuksesan dalam arti yang luas.

Bahkan Ekstrimnya, ada kok beberapa orang yang tidak mengenyam Pendidikan Tinggi alias Universitas tetapi bisa jauh lebih sukses daripada yang Kuliah di Universitas. 🙂

Lalu masih Pentingkah IPK Tinggi ?

Karena masih ada banyak penjelasan dibawah ini, maka sebagai penutup bagian ini Mimin hanya bisa menyampaikan bahwa IPK tetap penting karena saat ini, ada batas minimal IPK yang perlu dicapai agar teman-teman diterima didunia kerja (Bagi yang mau jadi karyawan).

Dan batas Minimal IPK ini, Mimin sebut sebagai Nilai IPK yang LAYAK bukan IPK TINGGI. Berapa batas minimalnya ? Silahkan teman-teman cari informasi lowongan kerja saat ini dikoran maupun website. 🙂

Peringatan Keras !
Walaupun IPK bukan satu-satunya penentu kesuksesan teman-teman, tapi jangan jadikan hal ini sebagai PEMBENARAN untuk tidak belajar dengan sungguh-sungguh dalam mencapai NILAI IPK yang LAYAK !!!

IPK Menggambarkan Tanggung Jawab Kita terhadap Pilihan Kita

Tanggung Jawab
Tanggung Jawab (Sumber : https://greeaone.wordpress.com)

Hal ini Mimin peroleh dari seorang Rekan Bokap yang bekerja sebagai HRD di sebuah perusahaan. Rasanya perlu Mimin sampaikan karena apa yang disampaikan beliau benar-benar menyanyat hati Mimin. 🙂 lebay!!!

Menurut beliau IPK itu bisa dijadikan sebuah parameter seberapa besar Tanggung Jawab kita terhadap pilihan kita, yaitu kuliah di sebuah Universitas. Kok bisa ? Ok Mungkin beberapa alasan dibawah ini bisa menggambarkan hal tesebut :

  1. Pada saat kuliah, biaya kuliah dan biaya hidup kita dibayarin orang tua
  2. Jarang sekali orang tua menetapkan target untuk kita disetiap semesternya
  3. Tidak semua orang tua meminta kita untuk menjadi Sarjana “Cumlaude” bahkan ketika IPK kita “Kemelut”-pun, Orang Tua masih mendukung kita untuk bisa lulus
  4. Orang tua tidak meminta kita mengganti semua biaya yang pernah dikeluarkan

Berbeda dengan keadaan di perusahaan nanti. Kita DIBAYAR untuk melakukan atau mencapai sesuatu. Ada Target, Ada Penilaian terhadap kinerja kita.

Jika kinerja kita dianggap tidak bagus karena tidak mampu menghadapi “Dunia Bisnis” yang  bisa dibilang unpredictable. Maka perusahaan berhak untuk memberhentikan kapan saja.

Di Dunia perkuliahan, banyak hal yang sudah ditentukan sejak awal dan kita mengetahuinya, seperti jumlah mata kuliah, jadwal kuliah, dsb. Walaupun ada beberapa Dosen Pengajar dan Pembimbing juga yang dianggap unpredictable tetapi dunia perkuliahan cenderung predictable.

AKAN PERCAYAKAH PERUSAHAAN untuk MENERIMA kita sebagai calon pegawainya jika pada saat kita kuliah dan semua biaya dibayar oleh ortu serta tidak ada target ketat yang harus kita capai, TETAPI KITA TIDAK MAMPU BERTANGGUNG JAWAB dengan BAIK terhadap TUGAS KULIAH tersebut ?

Kalimat Pendek dari Mimin adalah “Dibayarin Ortu sendiri aja Ga Bertanggung Jawab, apalagi kalau orang/pihak lain yang akan bayar kita untuk mencapai hal tertentu di sebuah perusahaan ?”

Tantangan Memiliki IPK Tinggi

Dari berbagai sumber yang Mimin baca, memiliki IPK Tinggi memiliki tantangan tersendiri. Mimin coba rangkum dalam beberapa poin berikut ini :

  1. Membuktikan Tingginya IPK kita dengan kemampuan nyata yang kita miliki. Jika kemampuan kita jauh atau bahkan membuat orang bertanya : “Yakin IPKnya segitu ? Buat Laporan aja kaya gitu”, akan membuat banyak industri berasumsi bahwa Institusi tempat kita kuliah terlalu mengobral nilai. Dan hal ini akan berdampak pada kepercayaan jangka panjang industri untuk menerima lulusan dari institusi tertentu.
  2. Membuktikan Tingginya IPK kita dengan Sikap, Kebiasaaan dan Sopan Santun kita. Hal ini juga menjadi hal yang penting karena orang lain akan melihat kita bukan hanya dari segi kemampuan teknis saja tetapi dari sikap, kebiasaan dan sopan santun yang kita miliki. Kita tidak bisa mengabaikan hal ini karena juga menyangkut nama baik institusi tempat kita kuliah.

Yuk jaga nama baik almamater kita didunia kerja nanti….

Tantangan Memiliki IPK Pas-pasan

Teman-teman yang memiliki IPK Pas-pasan juga memiliki tantangan tersendiri. Berikut rangkumannya :

  1. Walaupun IPK bukan satu-satunya yang dinilai oleh perusahaan pada saat rekruitasi, tetapi saat ini sebagian besar perusahaan memiliki batas minimal IPK jika ingin melamar sebagai calon pegawainya.
  2. Tidak bisa dipungkiri, sebagian besar perusahaan akan mengasosiasikan IPK Pas-pasan = Kemampuan Pas-pasan. Sehingga para pemilik IPK Pas-pasan harus berusaha ekstra keras untuk meyakinkan perusahaan bahwa kita layak diterima. Cara paling efektif untuk meyakinkan perusahaan bahwa kita layak dipilih walaupun IPK Pas-pasan adalah dengan pengalaman dan sertifikasi keahlian.

Mungkin itu yang bisa Mimin rangkum, kami Anak Telkom sangat terbuka jika teman-teman atau pembaca anaktelkom.com memiliki masukan untuk mengkoreksi atau sekedar saran untuk perbaikan kedapannya…

Salam AnTek.

Sumber :

  1. Delapan Puluh Mahasiswa Telkom University Raih Predikat Cumlaude – Telkom University
  2. Hebat! 80 Mahasiswa Telkom Universty Lulus Predikat Cumlaude – Jawa Pos
  3. Wisuda Periode November 2015 Lahirkan 1439 Lulusan – Students Telkom University
  4. Ingat… Sukses Bukan Sekedar IPK Tinggi – Edukasi Kompas.Com
  5. Wahai Para Pengejar IPK Tinggi – IsisGood.Com
  6. Modal Awal Meraih Kesuksesan Selain IPK – MayaArvini
  7. Pentingkah IPK untuk Karier Anda ? – CDC Unsri
  8. IPK Tak Mesti Sempurna Asal Punya Hal Ini – AnakGundar.Com