Parkir di Sekitar Kampus,Mahasiswa TEL-U Pasrah Harus Bayar

2
5741
Tukang Parkir
Tukang Parkir

Banyaknya jumlah mahasiswa Telkom University yang diperkirakan mencapai 25 ribu mahasiswa menjadi potensi dan peluang tersendiri bagi masyarakat sekitar kampus. Sudah sejak 2 tahun lalu, bisnis tempat kos dan tempat makan tumbuh dengan sangat pesat.

Ternyata potensi dan peluang ini tidak hanya dilirik oleh masyarakat sekitar dan para wirausahawan. Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) yang menyadari besarnya potensi dan peluang di lingkungan sekitar Telkom University pun tidak tinggal diam. Sejak berdirinya Telkom University 2 tahun lalu, setidaknya ada 2 ORMAS yang berusaha “berpartisipasi” untuk “mengelola” potensi dan peluang ini.

Dua ORMAS, Dua Wilayah Kekuasaan

Telkom University setidaknya diapit oleh dua desa, yaitu Desa Sukapura (Wilayah Utara – hingga jembatan Tol) dan Desa Sukabirus (Wilayah Selatan – ke arah Dayeuhkolot). Masing-masing desa ini dikuasai oleh ORMAS yang berbeda. Semua potensi dan peluang seperti Lahan Usaha, Lahan Parkir, Keamanan Kosan, Pengiriman Minuman Galon, dsb dijadikan objek pendapatan bagi kedua ORMAS ini.

Biaya Parkir dan Lahan Usaha

Ketika Telkom University masih bernama STT Telkom dan ITT Telkom, teman-teman Mahasiswa/i yang membuka usaha tidak pernah dipungut biaya yang “aneh-aneh”.Tapi saat ini jika teman-teman ingin membuka lapak di pinggir jalan dekat Telkom University, kemungkinan besar akan perlu membayar biaya keamanan lahan usaha kepada ORMAS yang berkuasa.

Dulu Parkir di lokasi yang dekat dengan ATM untuk mengambil uang-pun tidak pernah dipungut biaya parkir. Tetapi saat ini, jika teman-teman Mahasiswa/i Telkom University parkir di dua lokasi favorite (Depan Pintu masuk motor dahulu – ada ATM BNI Baru – Dekat MSU dan Pintu Masuk yang diapit oleh FIT dan FEB) untuk mengambil uang atau sekedar parkir untuk membeli makanan, sudah pasti akan dipungut biaya oleh seorang juru parkir yang tidak menggunakan seragam resmi.

Area Parkir Kampus
Area Parkir Kampus

Pihak Kampus Tak Berkutik

Walaupun kejadian ini sudah berlangsung lama, pihak kampus hingga saat ini belum mengambil tindakan apapun. Pembiaran ini mungkin terjadi karena pihak kampus merasa bahwa hal ini tidak mengakibatkan kerugian secara langsung bagi pihak kampus. Tetapi jika kita sama-sama cermati, parkir liar dan gerobak jualan yang berada hampir disepanjang jalan utama menuju kampus membuat Kampus Telkom University tampak agak kumuh.

Masih mengenai parkir liar, jika kita melihat langsung ke beberapa lokasi dilapangan, sebenarnya pihak kampus sudah memasang tanda larangan untuk parkir disebuah lokasi. Tetapi tanda larangan ini tidak dihiraukan oleh Mahasiswa dan Masyarakat sekitar. Dan sang juru parkir liar pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menagih biaya parkir.

Dilarang Parkir
Dilarang Parkir

So melihat keadaan seperti ini tampaknya memang memerlukan kesadaran dan kerjasama banyak pihak agar tercipta lingkungan yang bersih dan rapih. Terlebih lingkungan tersebut termasuk didalam kawasan pendidikan. Idealnya, lingkungan pendidikan bisa mencerminkan sebuah lingkungan yang memang “berpendidikan”.

Catatan : Jadikan Situs AnakTelkom.com sebagai ajang Sharing, Diskusi dan Berbagi pendapat secara positif. Mohon untuk tidak menuliskan komentar yang berbau SARA dan CACI MAKI. Be Positif, We Are A Big and Great Family

Sumber :

  1. “Sang Tukang Parkir” – Blog Ressay
  2. “Kucing Lucu” – Blog Putri Efinda
  3. “Tulisan Juru Parkir” – Blog Rider Alam
  4. Green Background – FreePik.com