Minta Jokowi Turun, BEM TEL-U Takut Kuliah dibatasi Maks. 5 Tahun

0
1082
Suara Kita BEM KEMA TEL U
Suara Kita BEM KEMA TEL U (Sumber : http://bem.telkomuniversity.ac.id/)

[su_box title=”Berfikir Kritis” style=”soft” box_color=”#22f43f” title_color=”#000000″]Mengkritisi Kondisi Kampus untuk melatih Kemampuan Berfikir Kritis dan Meningkatkan Self-Evaluation[/su_box]

Pada Bulan Mei 2015, BEM Telkom University (BEM TEL-U) terlibat aktif pada aksi di Depan Istana Negara. Aksi yang dilakukan ini merupakan wujud dari peringatan 17 Tahun Reformasi. Saat itu BEM TEL-U menuntut agar negara indonesia benar-benar dibangun, bukan menjadi negara yang digerogoti negara asing.

Berdasarkan berita yang diperoleh dari beberapa sumber (*Pada bagian Sumber), Tim Redaksi Berfikir Kritis memiliki tanggapan mengenai apa yang dilakukan BEM TEL-U. Tanggapan ini merupakan hasil diskusi Tim Redaksi yang bertujuan untuk menggugah kemampuan Berfikir Kritis kita semua.

Solusi Agar Negara Indonesia Tidak di Gerogoti Negara Asing adalah Demo dan Menuntut Presiden Mundur ?

Pada berita “Barisan Merah di Istana Negara” – Official Website BEM TEL-U, tertulis bahwa “Kami menuntut negara yang benar-benar dibangun, bukan negara yang di gerogoti oleh negara Asing” ujar Aidil Afdan Pananrang.

Pertanyaan yang pertama kali muncul dibenak teman-teman Tim Redaksi Berfikir Kritis adalah apakah Solusi agar Negara Indonesia tercinta tidak di gerogoti negara asing adalah dengan menuntut Presiden Mundur atau dengan Demo didepan istana sambil membawa spanduk bertuliskan “Bawa Pulang Jokowi ke Solo !!!” ?

Aksi BEM TEL-U Depan Istana
Aksi BEM TEL-U Depan Istana (Sumber : http://bem.telkomuniversity.ac.id/)

Mungkin ada baiknya, BEM TEL-U mencoba untuk mengadakan event diskusi dengan teman-teman BEM lainnya dengan mengundang nara sumber yang bagus untuk mendiskusikan dan memetakan mengapa saat ini indonesia tidak bisa lepas bahkan cenderung digerogoti oleh negara lain.

Dalam diskusi singkat Tim Redaksi Berfikir Kritis, ada beberapa hal yang berhasil kita identifikasi mengenai kemungkinan penyebab indonesia digerogoti oleh negara asing :

  1. Riset yang dilakukan oleh sebagian besar perguruan tinggi diindonesia belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan nyata bangsa indonesia.
  2. Peraturan, Kebijakan dan monitoring bantuan Riset yang dimiliki pemerintah perlu ditinjau kembali agar Riset benar-benar dapat mengahasilkan sesuatu yang nyata dan dapat diimplementasi bukan menghasilkan para Periset yang sibuk dengan administratif laporan pertanggunjawaban yang penuh dengan celah manipulasi.
  3. Perlu ada kebijakan khusus mengenai Anak Bangsa yang berprestasi luar biasa yang sekolah maupun yang tinggal diluar negeri.
  4. Sistem pendidikan diberbagai jenjang perlu ditinjau kembali agar dapat menghasilkan generasi yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk melakukan riset sehingga dapat menghasilkan produk yang diperlukan bangsa ini dan kedepannya dapat mengurangi ketergantungan dari negara asing.
  5. Kebijakan mengenai kehadiran pihak asing yang membangun usaha dan industri di indonesia sehingga bangsa indonesia dapat merasakan manfaat jangka panjang bukan menjadi konsumen.
  6. dsb

Belum Genap Satu Tahun Presiden diminta Turun, Tapi BEM Takut dengan Masa Studi Maks. 5 Tahun

Ada satu hal yang cukup menarik dan kontradiktif dari aksi yang diikuti oleh BEM TEL-U ini. Kita semua mengetahui bahwa Presiden belum genap satu tahun dalam melaksanakan tugasnya. Tetapi jika melihat Video yang Tim Redaksi lampirkan pada artikel ini, tampaknya mahasiswa menuntut presiden agar bisa menyelesaikan permasalahan yang ada.

Ada perbedaan yang cukup banyak antara perkuliahan dan mengelola negara. Di Perkuliahan teman-teman sudah ditentukan mata kuliah apa saja yang perlu diambil, apa saja yang perlu dilakukan agar lulus, jumlah mata kuliah yang diambil pun dibatasi sesuai dengan jenjang pendidikannya, faktor penentu lulus atau tidak lulus dan faktor penentu cepat atau lambatnya kelulusan teman-teman tergantung pada : diri sendiri, kampus, dukungan ortu dan dosen.

Bagaimana dengan mengelola negara. Hmm tampaknya tidak akan cukup jika dituliskan pada artikel ini. Seorang presiden memiliki tanggungjawab terhadap 200juta penduduknya. bekerjasama dan berkoordinasi dengan menteri dan perangkat pemerintahan lainnya. Berkomunikasi dan bekerjasama dengan negara lain. Bahkan juga harus menghadapi yang unpredictable seperti keadaan alam, kondisi perekonomian dunia, dsb.

Satu Pertanyaan dari Tim Berfikir kritis, Jika mahasiswa/i indonesia yang dianggap sebagai generasi penerus bangsa belum mampu mengelola dirinya agar dapat lulus Maks. 5 tahun dari lingkungan pendidikan yang sebagian besar sudah dirancang sedemikan rupa, apakah akan mampu membawa negeri ini bebas dari ketergantungan negara lain ? Atau malah akan menjadikan negara ini pengemis yang selalu memohon dan menyampaikan ke negara lain bahwa kita belum mampu membuat mesin dan peralatan kilang minyak sendiri ?

Yuk baca kembali sejarah STT Telkom Didirikan oleh Bapak  Ir. Cacuk Sudarijanto. STT Telkom didirikan untuk menjadikan bangsa sendiri menguasai keahlian yang diperlukan oleh bangsa sendiri.

Hidup Mahasiswa…

Video Orasi Presiden BEM TEL-U – Aidil Afdan Pananrang

[su_youtube url=”https://youtu.be/6SUWWOtG1vk” width=”860″ height=”480″]

[su_note note_color=”#ff7679″]Catatan : Jadikan Situs AnakTelkom.com sebagai ajang Sharing, Diskusi dan Berbagi pendapat secara positif. Mohon untuk tidak menuliskan komentar yang berbau SARA dan CACI MAKI. Be Positif, We Are A Big and Great Family[/su_note]

Sumber

  1. “Barisan Merah di Istana Negara” – Official Website BEM TEL-U
  2. “Perjuangan Berubahnya Pembatasan Masa Kuliah 5 Tahun” – Official Website BEM TEL-U
  3. “Aspirasi BEM Kema Tel-U Didengar, Maks. Masa Studi Kembali 7 Tahun” – UKM CCI TEL-U