Belum Dewasa,Mahasiswa ini Injak Tembok Gedung Kuliah

1
2006
Tembok Kotor
Tembok Kotor Hasil Injakan Sepatu

Sungguh sangat disayangkan perbuatan oknum Mahasiswa Telkom University yang menginjak-injak tembok gedung kuliahnya sendiri hingga kotor. Seperti kita ketahui bahwa Gedung Tokon Nanas atau yang dikenal dengan Gedung 10 adalah Gedung perkuliahan umum yang belum lama diresmikan oleh Rektor Telkom University.

Belum lama ini Tim Redaksi mendengar kabar bahwa beberapa Tembok Gedung tersebut dikotori oleh injakan-injakan sepatu mahasiswa. Berita ini juga sempat ditulis oleh website students.telkomuniversity.ac.id. Sungguh sangat disayangkan ketika Tim Redaksi bersama beberapa teman lainnya mencoba mengecek langsung ke lokasi dan Ternyata hal tersebut benar-benar terjadi.

Kamipun sangat penasaran mengapa hal ini terjadi sehingga saat itupun kami mencoba mengontak beberapa Teman Tim Redaksi yang memang masih berkuliah di Gedung 10 tersebut untuk mencoba curi-dengar dari beberapa kerumunan dan gerombolan mahasiswa yang dicurigai telah melakukan hal tersebut.

Walhasil dalam waktu empat hari, kami berhasil menduga dari hasil curi dengar dan bertanya-tanya kepada Cleaning Service yang ada digedung tersebut. Dugaan sementara kami hal tersebut terjadi karena segerombolan oknum mahasiswa tersebut kesal ketika harus masuk pagi dan dosen tidak hadir dikelas.

Menurut informasi yang berhasil dari curi-dengar, mereka merasa sudah capek-capek bangun pagi dan mandi, sulit mendapatkan lift dan harus naik tangga hingga ke lantai tertentu ternyata sang dosen tidak hadir. Akumulasi dari hal ini mereka lampiaskan dengan menginjak-injak tembok yang ada dibeberapa tangga.

Mahasiswa Belum Dewasa

Kedewasaan
Kedewasaan

Jika melihat dari lokasi kelas tempat para oknum tersebut kuliah, kemungkinan oknum tersebut adalah teman-teman kita yang baru masuk sehingga bisa dinilai mereka belum dewasa dalam mengambil tindakan. Mereka lupa bahwa tindakan tersebut tidak akan mengubah apapun dan justru menunjukkan ketidakdewasaan mereka.

Bisa kita bayangkan jika sikap mereka yang seperti itu terbawa hingga nanti mereka bekerja, sungguh sangat disayangkan dan tidak diharapkan karena bisa mencemari nama baik institusi tempat teman-teman lainnya yang serius menuntut ilmu.

Pihak Kampus Perlu Menindak Tegas

Dari sudut pandang Tim Redaksi, hal ini perlu ditindak tegas agar tidak terulang kembali. Walaupun berdasarkan pemantauan Tim Redaksi, Cleaning Service Gedung 10 tersebut sudah pernah mencoba membersihkan kotoran di beberapa lokasi tembok dan ternyata kembali dikotori oknum-oknum tersebut beberapa hari kemudian.

Pasukan Khusus Antik Penginjak Tembok
Pasukan Khusus Antik Penginjak Tembok (sumber:http://img.lensaindonesia.com)

Tanpa tindakan tegas, Tim Redaksi khawatir mereka tidak akan tumbuh menjadi mahasiswa yang dewasa dan tidak akan merasa bahwa hal tersebut salah. Cari, Temukan Oknumnya, Beri sanksi yang tegas karena mereka yang berbuat belum tentu mau bertanggungjawab.

Disisi lain, pihak kampus tampaknya perlu memonitoring kehadiran dosen yang mengajar digedung tersebut. Mengingatkan kepada para Dosen untuk tidak lalai terhadap tugasnya dan mencoba menyampaikan prosedur yang benar bagaimana menginformasikan ketidakhadiran. Jika hal ini tidak dilakukan kampus, maka tidak menutup kemungkinan ketidakdewasaan dari oknum tersebut akan kembali terulang.

Berikut ini adalah Dokumentasi Karya Para Penginjak Tembok yang belum tentu mau mengakui perbuatannya :

Memelihara Kondisi Gedung yang Sejak Awal Belum Sempurna

Sejak pertama melihat gedung 10 mungkin teman-teman terkagum-kagum hingga pada akhirnya agak sedikit kaget ketika masuk dan mencoba berkeliling ke semua lokasi Gedung 10. Bagi Tim Redaksi kesan pertama ketika masuk Gedung 10 adalah Cat Tembok yang tidak merata yang terkesan hanya sekali poles saja.

Tim Redaksi sebenarnya agak sedikit tidak percaya jika melihat selama konstruksi, nama yang terpampang pada Crane adalah nama sebuah kontraktor yang sudah terkenal dan dalam bayangan Tim Redaksi hasil akhirnya pasti akan Sempurna. Kenyataannya banyak bagian di Gedung 10 yang dirasa “belum selesai” atau memang hasil pekerjaannya seperti itu.

Pagar berkarat, Cat tipis dan tidak rapih, sebagian besar tembok tampak tidak rapih dan sebagainya yang membuat Gedung baru tersebut tampak tidak seperti Gedung baru. Berikut adalah beberapa foto yang menunjukkan hal tersebut :

Ayo kita pelihara Gedung Kuliah kita yang baru walaupun banyak yang tidak sempurna…

Catatan : Jadikan Situs AnakTelkom.com sebagai ajang Sharing, Diskusi dan Berbagi pendapat secara positif. Mohon untuk tidak menuliskan komentar yang berbau SARA dan CACI MAKI. Be Positif, We Are A Big and Great Family
  • saya sendiri pernah melihat orang itu melakukannya, tetapi tidak di gedung kuliah umum. melainkan di gedung P ( praktikum fisika ). saat saya di luar ruangan. dengan santainya orang itu bersandar di dinding dan kaki (sepatunya) bertapak di dinding itu juga. beruntung bagi dia, karena saya tidak membawa handphone/ kamera. karena saya juga merasa marah jika tembok gedung dikotori. *orang itu yang saya maksud adalah mahasiswa baru yang sedang melihat soal tugas pendahuluan di depan labfis 1. sungguh ironi.